Berita

Perlu Kedewasaan Politik untuk Tingkatkan Ambang Batas Parlemen

JUMAT, 04 NOVEMBER 2011 | 13:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kengototan tiga partai besar; Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan dalam menaikkan ambang batas perolehan suara minimal untuk masuk parlemen, dari 2,5 persen menjadi 4-5 persen, memang menimbulkan kecurigaan. Yaitu, partai besar dicurigai hanya untuk mengamankan dan mempertahankan kedigdayaannya.

"Tapi apakah ada jaminan, juga ketika partai-partai menengah dalam berbagi fungsi elementer di DPR, tidak merepotkan (pemerintah) di masa mendatang, siapa pun yang berkuasa," kata pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 4/11).

Meski begitu, Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini mengaku sejak awal mendukung usulan penyederhanaan jumlah partai politik. Karena hanya dengan jumlah partai politik yang sederhana, konsolidasi bahkan pelembagan demokrasi bisa tercapai. Tapi, karena sampai saat ini jumlah partai politik terlalu banyak, dari tahun 1998, sejak reformasi, Indonesia tetap pada fase transisi demokrasi.


Menurutnya, perlu kedewasaan politik dari semua partai bila usulan penyederhanaan jumlah partai politik akan disederhanakan. Bagi partai kecil-menengah, bebernya, seharusnya tidak berasumsi bahwa sedang dizalimi, tapi kenaikan ambang batas ini harus menjadi tantangan untuk bekerja keras agar tetap eksis.

Sedangkan untuk partai besar, harus tetap aware.  "(Penyederhanaan partai) ini akan menjadi semacam pertaruhan apakah akan mengacu pada oligarki atau pelembagaan politik. Jangan sampai partai peneagah melakukan penggabungan, tapi terjadi korporatisme secara berlebihan. Sehingga terjadi oligarki partai politik dan itu mematikan demokrasi , karena chek and balance tidak jalan," demikian Gun Gun. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya