Berita

gun gun heryanto/IST

AMBANG BATAS PARLEMEN

Partai Kecil Bungkus Ketakutan dengan Alasan Selamatkan Suara Rakyat

JUMAT, 04 NOVEMBER 2011 | 13:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Alasan penolakan partai kecil dan menengah terkait dengan peningkatan batas perolehan suara minimal untuk masuk parlemen bahwa jutaan suara akan hilang, tidak terwakili di parlemen, tidak bisa diterima. Itu hanya alasan yang sengaja digunakan untuk membungkus ketidakpedean partai-partai itu dalam menghadapai kenaikan ambang batas parlemen.

Hal itu diungkap pengamat politik Gun Gun Heryanto saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Jumat, 4/11).

Menurutnya, ada solusi bila memang partai kecil dan menengah kuatir suara masyarakat tidak terwakili bila ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 4-5 persen dari sebelumnya hanya 2,5 persen. Yaitu, dengan membentuk konfederasi partai politik seperti di yang diterapkan Amerika Serikat.


"Di Amerika Serikat itu kan tidak hanya Partai Demokrat dan Partai Republik. Tapi di luar itu ada Partai Green dan lain-lain yang kecil. Tapi mereka berkonfederasi dengan partai besar yang seideologi," tukas Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini.

Dalam sistem konfederasi, partai politik memang harus berhitung sebelum Pemilu digelar. Bila memang dirasa tidak mampu menembus ambang batas, partai itu harus deklarasi sebelum Pemilu bergabung dengan partai besar.

"Memang sistem konfederasi belum diakomodir dalam RUU Pemilu. Tapi ini kan belum disahkan, jadi masih ada pergulatan. Ada kesemptan melakukan reformulasi (dengan mengusulkan sistem konfederasi)," tegasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya