Berita

Indonesia Tetap Pada Fase Transisi Demokrasi karena Jumlah Parpol Terlalu Banyak

JUMAT, 04 NOVEMBER 2011 | 11:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sejak reformasi pada tahun 1998 sampai sekarang ini, Indonesia masih dalam tahaf transisi demokrasi. Perpolitikan di negeri ini tidak akan beranjak ke fase berikutnya, yaitu konsolidasi dan pelembagaan demokrasi karena jumlah partai politik di Indonesia terlalu banyak.

"Saya sejak dulu mendukung proses penyerderhanaan partai politik. Kalau selalu bersanding dengan multi partai ekstrem, itu tidak akan pernah sampai fase kedua demokrasi. Seharusnya kita sudah masuk fase konsolidasi-demokrasi. Ketiga, fase pelembagaan politik,"  kata pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 4/11).

Dia menjelaskan, proses penyederhanaan partai politik itu bukan berarti mematikan hak berdemokrasi. Karena hak berkumpul, berserikat, dan mendirikan partai politik tetap diwadahi dan itu dijamin konstitusi. Cuman, kata dia, setelah dinyatakan lolos verivikasi dan ikut bertarung pada Pemilu, syarat partai politik masuk parlemen diperberat agar proses penyederhanaan partai itu tercapai. Karena itulah, butuh satu alat kendali yaitu menaikkan ambang batas.


"Kalau kemarin misalnya ada 9 partai dengan 2,5 persen, idealnya partai politik di parlemen itu 5-6 partai. Makanya usulan partai besar (ambang batas parlemen 4-5 persen) itu sebetulnya tidak jadi masalah. Justru itu akan menjaga satu proses frase konsolidasi di DPR," demikian Gun Gun. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya