Berita

abdul hakim/ist

PKS ajak Partai Besar Bicara Politik Jangka Panjang

JUMAT, 04 NOVEMBER 2011 | 10:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tiga partai besar Demokrat, Golkar, dan PDI Perjuangan yang selama ini ngotot menaikkan angka ambang batas melebihi 3 persen akan terus didekati agar memiliki kesepahaman dengan partai kecil dan menengah.

Hal itu dikatakan Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim saat dihubungi Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 4/11).

"Artinya, kita jangan sampai bicara menang-menangan dan sebagainya. Ini demi keutuhan, kebersamaan, dan kesolidan sosial politik bangsa kita yang saat ini menghadapi persoalan besar ke depan. Saya kira mudah-mudahan partai besar itu memahami konteks masalahnya dan menerimanya," katanya.


Menurut hematnya, ketiga partai itu berpeluang sama membangun kesepahaman dengan partai yang ingin agar kenaikan ambang batas maksimal 3 persen. Artinya cukup naik 0,5 persen dari ambang batas pada Pemilu sebelumnya 2,5 persen.

Dalam pembicaraan dengan partai besar itu, dia mengatakan, PKS akan menawarkan konsep grand design dalam penyederhanaan partai politik secara jangka panjang.

"Solusinya kita rancang untuk jangka panjang ke depan, 15-20 tahun ke depan seperti apa sih format konstruksi parlemen kita. Jadi perlu ada grand design. Untuk 2014, cukup 3 persen, untuk 2019 5 persen. Kalau perlu itu menjadi salah satu item di dalam terjadinya penyederhanaan bertahap dan jangka panjang," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya