Berita

gamawan fauzi/ist

AMBANG BATAS PARLEMEN

Benarkah Pemerintah Suarakan Aspirasi Demokrat, Golkar, PDI Perjuangan?

JUMAT, 04 NOVEMBER 2011 | 09:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Setidaknya ada dua hal yang saat ini mendapat sorotan dari RUU Pemilu, setelah pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyampaikan daftar inventarisasi masalah RUU tersebut pada Rabu malam lalu (26/10). Keduanya adalah mengenai kenaikan ambang batas perolehan suara minimal partai politik untuk masuk parlemen dan penyempitan alokasi kursi daerah pemilihan.

Untuk yang pertama pemerintah mengusulkan ambang batas dinaikkan menjadi 4 persen dari sebelumnya 2,5 persen. Sedangkan yang kedua, pemerintah menawarkan pengurangan jumlah kursi dari 3-10 kursi dikurangi menjadi 3-6 kursi per Dapil.

Beberapa kalangan menilai bahwa pemerintah tidak fair karena menyuarakan aspirasi partai politik besar yaitu Demokrat, Golkar, PDI Perjuangan.


Demokrat sejak awal mengusulkan ambang batas empat persen dan pengurangan kursi per dapil menjadi 3-8 kursi. Sedangkan Golkar dan PDI Perjuangan mengusulkan kenaikan ambang batas menjadi 5 persen. Tapi untuk pengurangan jumlah kursi per Dapil, dua partai ini sejalan dengan pemerintah.

Betulkah pemerintah hanya mengakomodir ketiga partai besar tersebut dan menolak tuntutan partai kecil dan menengah? Dan Kenapa?

Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek, yang dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, (Jumat, 4/11), belum mau buka mulut. Dia beralasan, saat ini dirinya tengah persiapan untuk rapat di kementeriannya, yang salah satunya membahas masalah tersebut. "Nanti sebelum shalat Jumat, kontak lagi ya," katanya berjanji. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya