amir syamsuddin/ist
amir syamsuddin/ist
RMOL. Dalam UU, semua terpidana diposisikan sama, tanpa membeda-bedakan bentuk tindakan kriminal yang dilakukan. Semuanya berhak mendapatkan remisi atau bebas bersyarat bila memang telah dipenuhi syaratnya, termasuk untuk koruptor dan teroris.
"Jadi kalau ada Instruksi Presiden untuk koruptor dan teroris (tidak mendapatkan remisi dan bebas bersyarat), itu berarti diskriminasi. Karena dalam UU tidak ada perbedaan," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar Nudirman Munir kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Karena alasan itulah, pada saat masih menjabat Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar tetap memberikan remisi dan bebas bersyarat bagi koruptor. Karena UU memang tidak membeda-bedakan.
Populer
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07
Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41
Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55
Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35
Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50
Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10
Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12
UPDATE
Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32
Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24
Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23
Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17
Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13
Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01
Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50
Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46
Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43
Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41