Berita

taufan/ist

Ditegaskan, Mantu Ical Sah Jabat Ketum KNPI

SENIN, 31 OKTOBER 2011 | 14:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski tidak memperoleh suara 50 persen plus satu, Taufan Rotorasiko sah menjabat Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia hasil Kongres KNPI ke-13 yang digelar pada Senin-Jumat (24-28/10) di Hotel Sahid, Jakarta.  Pasalnya, di antara 10 calon hanya menantu Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie itu saja yang berhasil memperoleh suara  di atas 20 persen.

"Jadi karena (Taufan) memperoleh suara 20 persen, langsung dinyatakan menang. Ada pasalnya itu kalau tidak salah," terang Ketua DPD KNPI Kalimantan Barat, M. Adi Cahyono, kepada Rakyat Merdeka Online pagi tadi (Senin, 31/10).

Dalam kongres tersebut terdapat 10 kandidat. Yaitu, Taufan Rotorasiko, Sahrin Hamid, Doly Kurnia, Sultan Najamudin, Ariza Sabana, Shoim, SJ Arifin,Arip Mustopa, Cupli Risman dan Nuzran Joher. Pada pemilihan putaran pertama, Taufan mendapatkan 68 suara; Ariza 25 suara; Doly Kurnia 23 suara; Sahrin Hamid 22 suara; serta kandidat lain hanya memiliki suara rata-rata di bawah 10 suara dari 159 suara sah yang diperebutkan.


Karena itu dia mempertanyakan argumen sebagian kalangan yang menyebut, bahwa harus digelar pemilihan lagi bagi kandidat yang tidak memperoleh suara 20 persen dan yang mencapainya baru kemudian ditarungkan kembali dengan Taufan pada putaran kedua. "Dimana pasalnya itu. Itu nggak ada. Kalau pun mau diulang, ya satu calon yang masuk itu. Kan yang lain tidak masuk," katanya.

Dia pun menegaskan, pada penutupan Kongres, Taufan ditetapkan sebagai ketua umum KNPI. Meski penetapan itu tidak dihadiri calon ketum KNPI yang lain karena tidak mau masuk ruangan sidang. Dan memang penetapan Taufan itu dilakukan setelah beberapa kali skorsing waktu.

Bagaimana tanggapan Anda atas ancaman akan ada KNPI tandingan?

"Yang jelas kita melaksanakan Kongres untuk menyatukan pemuda Indonesia. Kita sepakat bahwa Kongres ini menjaga persatuan pemuda Indonesia. Kalau ada yang berpihak seperti itu, itu berarti kita tahu mereka itulah yang mungkin selama ini memecah belah. Harus kita dihindari," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya