timur pradopo/ist
timur pradopo/ist
RMOL. Kapolri Timur Pradopo yang menilai pemberian dana oleh PT Freeport kepada Polri sebagai uang makan merupakan sesuatu yang wajar, tidak bisa diterima. Karena semua kebutuhan polisi dalam menjalankan tugas sudah ditanggung negara.
Hal itu diungkapkan pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menanggapi PT Freeport yang memberikan sejumlah dana kepada Kepolisian yang menjaga areal pertambangan milik perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
"Tidak wajar itu (pernyataan Kapolri). Polisi sudah dibayar, dikasih gaji. Punya uang operasi. Dana operasi mau dikorupsi? Nggak boleh dong. Dana operasi dipakai untuk bekerja apakah dia ditugaskan dimana, naik angkot atau naik truk, dibayar itu. Negara sudah memberikan alokasi. Jadi alasan itu tidak benar," ungkapnya.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
UPDATE
Minggu, 26 April 2026 | 08:05
Minggu, 26 April 2026 | 07:36
Minggu, 26 April 2026 | 07:32
Minggu, 26 April 2026 | 07:03
Minggu, 26 April 2026 | 06:42
Minggu, 26 April 2026 | 06:23
Minggu, 26 April 2026 | 06:03
Minggu, 26 April 2026 | 05:48
Minggu, 26 April 2026 | 05:13
Minggu, 26 April 2026 | 05:09