Berita

syahganda nainggolan/ist

PAPUA BERGEJOLAK

SBY Jangan Hanya Sibuk Bentuk Lembaga dan Unit

SENIN, 31 OKTOBER 2011 | 08:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus mengungkapkan secara jelas dan detail tentang problem utama yang terjadi di Papua saat ini.

"Yang paling penting pemerintah menjelaskan akar persoalannya, jangan bentuk-bentuk lembaga," kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, menanggapi pembentukan Lembaga Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat, yang secara khusus bertugas untuk menyelesaikan permasalahan di Papua, yang terus bergejolak belakangan ini.

Syahganda menekankankan hal tersebut karena kuatir pembentukan lembaga itu tumpang tindih dengan program kerja gubernur dan pemerintah pusat lewat Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, dimana Papua dalam master plan tersebut masuk dalam koridor 6. "Master Plan itu kan sebenarnya sebuah perencanaan yang lebih terinci. Jadi apa lagi yang dimaukan dengan UP4B ini," ungkapnya lagi.


Bila memang disebutkan bahwa persoalan ini muncul kemudian setelah MP3I diluncurkan menjadi alasan pembentukan UP4B, Syahganda tampaknya tak bisa menerima. Karena jauh-jauh sebelumnya, tepatnya pada tahun 2001, pemerintah juga telah memperlakukan Papua secara khusus dengan Otonomi Khusus. Dan itu pun tidak berhasil.  

"Kalau misalnya pemerintah sudah mengucurkan Rp 30 triliun untuk dana Otsus dan dana lainnya di Papua dan Papua Barat, kenapa kemiskinan masih berkisar 37 persen. Kenapa listrik di sana masih di bawah 200 megawatt. Itu kan pertanyaan kita," ungkapnya.

Karena dengan dana yang begitu besar, tapi tidak menunjukkan hasil nyata, Syahganda geram. Menurutnya, lebih bagus dana Otsus tersebut dibagikan secara langsung kepada masyarakat Papua secara cash.
[zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya