Berita

Hillary clinton/ist

Dunia

Iran akan Gugat Hillary Clinton ke Pengadilan

MINGGU, 30 OKTOBER 2011 | 21:58 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Iran tengah menimbang-nimbang kemungkinan menggugat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, ke pengadilan.

Kepada Fars News Agency, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Avaz Heidarpour mengatakan, pihaknya akan segera membahas pernyataan Clinton yang akan membuka "kedutaan virtual" Amerika Serikat untuk menjangkau rakyat Iran. Kedutaan virtual itu akan memberikan berbagai informasi, yang dibutuhkan masyarakat Iran khususnya mengenai Amerika Serikat. Amerika Serikat pun akan memberikan pelayanan visa bagi warganegara Iran.

AS juga berencana memberikan beasiswa kepada pelajar Iran, kendati kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

Rencana mendirikan kedutaan virtual itu disampaikan Clinton dalam wawancara dengan BBC edisi bahasa Parsi. Menurut rencana, proyek kedutaan virtual akan selesai akhir tahun ini. Hal serupa juga disampaikan Clinton di Voice of America.

Pernyataan Clinton dianggap sebagai intervensi. Dalam pernyataannya Clinton juga mengatakan akan menyediakan bantuan teknologi untuk masyarakat Iran, agar dapat menerobos pembatasan akses internet yang dilakukan pemerintah Iran. Di saat bersamaan, AS mencari upaya untuk memperluas saksi bagi Iran.

Menanggapi pernyataan Clinton itu, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehman-Parast, meminta agar Gedung Putih tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran.

"Pejabat AS sebaiknya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rakyat AS yang dimanifestasikan dalam gerakan Occupy Wall Street, dan memenuhi permintaan masyarakat Muslim dunia yang tengah bangkit," ujar Menlu Iran. [guh]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya