ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi harus segera mengusut bantuan PT Freeport ke Polri sebagai imbalan turut menjaga keamanan di kawasan tersebut. Pengusutan KPK ini penting untuk memastikan, apakah bantuan itu masuk kategori sebagai peran serta masyarakat untuk mendukung tugas-tugas polisi atau merupakan uang suap.
"Jika bantuan dana itu terkategori suap dan gratifikasi, oknum pejabat Polri yang menerimanya bisa dibawa ke Pengadilan Tipikor," kata Ketua Presidium Indonesian Police Watch, yang juga deklarator Komite Pengawas KPK, Neta S Pane pagi ini (Minggu, 30/10).
Tapi, saat ini muncul dugaan dana itu sebagai suap. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa dalam menangani konflik di sekitar daerah tambang tersebut, aparat keamanan cenderung tidak netral dan mengarah pada sikap memusuhi masyarakat.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
UPDATE
Minggu, 26 April 2026 | 08:05
Minggu, 26 April 2026 | 07:36
Minggu, 26 April 2026 | 07:32
Minggu, 26 April 2026 | 07:03
Minggu, 26 April 2026 | 06:42
Minggu, 26 April 2026 | 06:23
Minggu, 26 April 2026 | 06:03
Minggu, 26 April 2026 | 05:48
Minggu, 26 April 2026 | 05:13
Minggu, 26 April 2026 | 05:09