Berita

sby

AMBANG BATAS PARLEMEN

Kinerja Tak Efektif, Masalah Ada di Kabinet SBY bukan di Parlemen!

JUMAT, 28 OKTOBER 2011 | 11:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Alasan meningkatkan ambang batas parlemen menjadi 4 persen untuk menyederhanakan jumlah partai politik di Indonesia tidak bisa diterima. Karena 9 partai yang ada saat ini sudah cukup sederhana bila dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia dan jumlah penduduk yang mencapai 240 juta jiwa.

"Sembilan partai menurut saya sudah cukup sederhana. Kalau kita lihat di Inggris saja penduduk yang (sedikit) begitu ada lima partai. Indonesia ini kan luas, 240 juta penduduknya. Sembilan partai itu wajar," jelas Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon saat dihubungi Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Jumat, 28/10).

Karena itu dia tidak sepakat dengan peningkatan ambang batas tersebut. Menurutnya, ambang batas itu cukup 2,5 persen seperti pada Pemilu lalu atau kalaupun dinaikkan menjadi 3 persen.


"Saya kira 3 persen itu sudah wajarlah. Dengan 3 persen ada sekitar 9 partai kan. Nah kenapa harus ditingkatkan? Kenapa tidak dijadikan 20 persen saja sekalian," sindir politikus muda ini.

Alasan Partai Demokrat bahwa peningkatan ambang batas untuk mengefektifkan pelaksanaan program-progam pemerintah tidak relevan. Karena masalah pemerintah tidak jalan bukan ada di DPR, melainkan di kabinet itu sendiri.

"Pemerintahan ini tidak efektif, karena Presiden sendiri mengatakan menteri-menterinya tidak menjalankan instruksi. Dan pertanyaan berikutnya, apakah DPR menjegal pemerintah? Kan tidak. Jadi tidak ada hubungan," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya