Berita

jusuf kalla/ist

Keputusan Ical Abaikan Konvensi Membuat Elit Golkar Kecewa?

JUMAT, 28 OKTOBER 2011 | 09:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Golkar tidak akan menerapkan sistem konvensi untuk menjaring siapa calon presiden dari partai tersebut yang akan diusung pada pemilihan 2014 mendatang, sebagaimana pernah digunakan pada 2004 lalu.

Sebaliknya, sebagaimana dikatakan Ketua Umum partai tersebut, Aburizal Bakrie, Golkar akan menggunakan metode survei. Alasannya, konvensi dipilih pengurus partai sedangkan, Pilpres dipilih rakyat. Untuk mengetahui siapa calon yang diinginkan rakyat dari Golkar, tentu lewat survei.

Nah, yang menjadi pertanyaan, apakah penghapusan sistem konvensi akan membuat tokoh-tokoh Golkar kecewa karena tertutup celah untuk maju pada Pilpres lewat Golkar?
       

       
Kepada Rakyat Merdeka Online, Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, yang ditanya tentang hal tersebut pagi ini, mengaku tak tahu.

"Saya sih nggak tahu ya, tokoh-tokoh yang lain. Saya juga tidak mengatakan saya kecewa. Saya cuma mengatakan pada waktu itu, bahwa konvensi itu satu cara yang cukup bagus di dalam melakukan rekrutmen calon presiden dari partai Golkar," ungkap Akbar, mantan Ketua Umum Golkar ini.

Tapi sekali lagi, Akbar menegaskan, bahwa dirinya menerima kalau konvensi tidak diterapkan. "Tapi kalau seandainya organisasi memutuskan lain, kita juga harus mematuhi dan menghormati. Saya kira begitu," tandasnya.

Diketahui, saat ini ada beberapa tokoh Golkar yang disebut-sebut masih punya kans untuk maju pada Pilpres mendatang. Selain Akbar, juga ada nama Jusuf Kalla dan Sri Sultan HB X. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya