Berita

dahnil anzar/ist

Sambut Usul Taufik Kiemas, Ketum KNPI Harus Berani Nyapres

KAMIS, 27 OKTOBER 2011 | 09:06 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Usul Ketua MPR Taufik Kiemas, agar tokoh angkatan tua seperti Megawati Soekarnoputri, Wiranto, Amien Rais, dan Prabowo tidak lagi maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang dan sebaliknya angkatan muda yang ambil bagian harus disambut oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia yang hari ini menggelar Kongres.

Meski pada bidang lain, seperti budaya, pendidikan, dan ekonomi, angkatan muda sebenarnya sudah banyak yang menonjol. "Ide ini perlu disambut dan didukung,"  kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Apalagi kata Dahnil, yang saat ini berada di arena Kongres KNPI di Hotel Sahid, Jakarta, KNPI merupakan laboratorim kepemimpinan bagi kaum muda Indonesia. Karena organisasi ini tempat semua organisasi kepemudaan berhimpun. Karena itu Dahnil mengaku akan memperjuangkan gagasan tersebut dalam Kongres. Agar Kongres KNPI ke-13 ini merekomendasikan hal yang sama dengan usul Ketua Pertimbangan Pusat DPP PDI Perjuangan tersebut.


Namun, dia mengingatkan, bahwa tawaran KNPI tidak hanya pada penyegaran secara fisik, bahwa capres harus kaum muda. Tapi KNPI harus berani tampil dengan konsep dan gagasan yang progresif dan tentunya dibarengi dengan integritas dan moralitas.
 
"Karena belakangan ini kita menemukan kepemimpinan muda saat masuk ke dalam politik jamak kita temukan serupa dengan kelompok tua, seperti koruptif, manipulatif. Ini tentu harus dibenahi dulu. Tapi yang jelas, KNPI harus berani menginisiasi itu. Apalagi ini jelang 2014. Bila perlu Ketua KNPI (terpilih) harus siap jadi Presiden," tantangnya.

Dahnil menegaskan hal tersebut untuk membuktikan para calon Ketum KNPI saat ini bukan kaki tangan para tokoh partai yang berambisi untuk maju pada pemilihan presiden mendatang. Dengan berani maju pada Pilpres, masih kata Dahnil, itu menunjukkan Ketum KNPI independen, tidak mau diatur atau berada di bawah bayang-bayang politikus senior. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya