Berita

sby

UANG NEGARA DIRAMPOK

KPK Tak Bisa Serta Merta Tanggapi Pengakuan SBY Uang Negara Dirampok

RABU, 26 OKTOBER 2011 | 10:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengakuan Presiden SBY tentang uang negara dirampok itu berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan data-data lain yang didapat Presiden. Tapi, KPK tentu tidak serta merta meresponsnya.

"Dalam kaitan ini tentu KPK tidak serta merta merespons bahwa ada (uang negara yang bocor) Rp 103 triliun yang kemudian (KPK) melakukan (tindakan). Nggak begitu," kata Jurubicara KPK Johan Budi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.   

KPK, kata Johan menambahkan, tetap pada fungsinya yang telah dijalankan selama ini. Yaitu berupaya mengembalikan uang negara yang dikorupsi oleh para koruptor.


Berarti KPK tidak ada langkah khusus menanggapi penegasan Presiden tersebut?

"Saya kira perlu didudukkan ya. KPK adalah lembaga independen, tidak di bawah Presiden. Tapi yang pasti untuk meningkatkan upaya (pemberantasan korupsi) dengan pernyataan Presiden itu, kita bisa melakukan upaya lebih keras lagi terutama kita berharap dari BPK, misalnya kasus-kasus besar yang diaudit disampaikan ke KPK," harapnya.

Apakah selama ini data itu tidak berikan BPK ke KPK?

"Nggak semua. Kan penegak hukum tidak cuma KPK. Kalau beberapa audit BPK sudah dikasih. Beberapa kasus besar juga hasil audit BPK. Misalnya kasus apa, ya banyak lah dari audit BPK itu. Kasus YPPI (Yayasan Pengembangan Pendidikkan Indonesia) yang melibatkan gubernur BI dulu. Banyak lah kasus KPK itu hasil audit BPK," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya