RMOL. Komite Nasional Pemuda Indonesia merupakan wadah berhimpun para pemuda Indonesia yang memiliki berbagai latar belakang. Mulai dari latar belakang ideologi, agama, daerah, maupun latar belakang partai politik.
Peneguhan dan penguatan KNPI sebagai wadah berhimpun inilah menjadi salah satu misi besar mantan Ketua Umum Penggerak Amanat Nasional, Sahrin Hamid, yang ia sebut KNPI sebagai Rumah Pemuda Indonesia. Makanya, semua organisasi kepemudaan yang beragam latar belakang itu akan diakomodir ke dalam tubuh KNPI.
"Rumah Pemuda Indonesia itu menggambarkan bahwa di rumah itu nanti ada kamar-kamar. Misalnya, ada kamar Pemuda NU, Pemuda Muhammadiyah, Alwashliyah, kamar Pemuda Katolik," kata Sahrin yang hari ini akan mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum KNPI periode 2011-2014.
Kamar-kamar yang ada di rumah bersama itu menunjukkan adanya ruang privasi di dalam setiap organisasi kepemudaaan. Karena itu, lanjut Sahrin, KNPI akan tetap menghormati ruang privasi masing-masing OKP. Setiap OKP dipersilakan untuk menjalankan setiap kegiatannya masing-masing.
"Tapi dalam konteks Rumah Besar Pemuda Indonesia, tentunya, walaupun ada perbedaan dan dinamika tapi menjaga hubungan satu sama lain. Karena itu tetap harmonis," ungkap Sahrin kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 23/10).
Pengakuan dan pengakomodiran setiap OKP dengan berbagai latar belakang itu penting. Karena hal itu dengan sendirinya sama saja dengan mengakui potensi dan eksistensi kelompok masyarakat beragam, yang memang sudah menjadi realitas bangsa Indonesia.
"Kita berharap ini menjadi semacam karakter untuk hidup bersama, menjunjung tradisi pluralisme. Dengan demikian KNPI nantinya itu sebagai rumah menggodok orang agar memiliki kesadaran perbedaan, tapi tetap hidup dalam situasi yang harmonis," imbuhnya.
Menurut Sahrin, untuk mempersatukan para pemuda Indonesia yang terdiri beragam latar belakang itu, mutlak dilakukan peneguhan dan penguatan pilar-pilar dan dasar-dasar negara.
"Menjadikan KNPI Rumah Besar Pemuda Indonesia itu fondasinya adalah, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, (KNPI) bermodalkan sejarah pemuda Indonesia dari 28 (Sumpah Pemuda), 45 (kemerdekaan Indonesia) dan 98 (reformasi). Dan (KNPI) beratapkan bendera Merah Putih," beber mantan anggota Komisi III DPR ini.
Karena itu, Sahrin mengidealkan KNPI akan menjadi tempat penggodokan jiwa dan karakter para pemuda Indonesia.
"Ketika pemuda Indonesia masuk (KNPI) maka disitulah jiwa dan karakter kebangsaannya digodok, ditempa, dan dibina. (KNPI) akan menjadi kawah candradimuka pembinaan kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Akhirnya KNPI nanti seperti yang diandaikan Bung Karno, keragaman itu bagaikan taman sari yang beraneka ragam warna bunganya namun tampak terpandang indah," demikian Sahrin.
[zul]