sutanto/ist
sutanto/ist
RMOL. Pencopotan Jenderal (purn) Sutanto sebagai Kepala Badan Intelijen Negara dapat dipahami. Karena sesuai dengan tuntutan dan kecaman publik selama ini terhadap BIN yang gagal melakukan deteksi dini dan antisipasi terhadap aksi-aksi terorisme.
Karena itu, pergantian ini menunjukkan perwira Polri, Sutanto yang dipercaya mengemban jabatan tertinggi di bidang intelijen negara gagal menjalankan tugasnya sehingga jabatan tersebut kembali diserahkan kepada militer, Letjen Marciano Norman.
"Padahal dalam era demokratisasi modern, institusi intelijen negara harusnya dipegang sipil," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane dalam keterangan pers hari ini, (Minggu, 23/10).
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
UPDATE
Minggu, 26 April 2026 | 08:05
Minggu, 26 April 2026 | 07:36
Minggu, 26 April 2026 | 07:32
Minggu, 26 April 2026 | 07:03
Minggu, 26 April 2026 | 06:42
Minggu, 26 April 2026 | 06:23
Minggu, 26 April 2026 | 06:03
Minggu, 26 April 2026 | 05:48
Minggu, 26 April 2026 | 05:13
Minggu, 26 April 2026 | 05:09