shoim/ist
shoim/ist
RMOL. Pengamat dan kalangan oposisi tidak perlu mempermasalahkan hasil rombak kabinet, apalagi sampai disebut sebagai kabinet obesitas.
Penunjukan dan penempatan wakil menteri di sejumlah pos kementerian dan tentunya menteri-menteri baru yang dilakukan Presiden SBY bukanlah masalah, apalagi hal itu diatur dengan undang-undang.
"Selama perundang-undangan memungkinkan, itu hak prerogatif Presiden. Yang penting kinerjanya harus ditunjukkan kemanfaatannya bagi kesejahteraan rakyat," ujar tokoh muda sekaligus Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Forum Silaturahmi Santri (DKN FORSIS) M Shoim Haris, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 21/10).
Populer
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50
Senin, 29 Juni 2026 | 15:05
UPDATE
Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10
Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50
Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28
Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05
Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51