Berita

sby-boed/ist

PMKRI: Perubahan Tidak Dapat Ditunda Lagi

RABU, 19 OKTOBER 2011 | 15:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Keutuhan dan kedaulatan NKRI adalah taruhan dasar dari semua masalah yang menghimpit Indonesia saat ini. Jika tidak segera dicarikan solusi atas pelbagai masalah-masalah yang tengah dihadapi, maka bukan tidak mungkin NKRI akan segera masuk dalam dokumen sejarah. Rasa cinta tanah air (nasionalisme) dan kerelaan berkorban bagi nusa dan bangsa (patriotisme) telah dinegasikan oleh sikap acuh tak acuh pemerintah dalam mengurus bangsa dan negaranya.

Demikian disampaikan Ketua Presidium PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Stefanus Asat Gusma 2009-2011. Persoalan nasionalisme dan patriotisme ini akan menjadi salah satu isu yang akan dibawa dalam Konferensi Studi Nasional (KSN) tahun 2011 di PMKRI Cabang Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 19-22 Oktober ini.

Selain itu, konferensi PMKRI juga akan mengevaluasi secara total kinerja pemerintahan SBY-Boediono serta mengevaluasi gerakan PMKRI pada khususnya dan gerakan mahasiswa pada umumnya. Ini berangkat dari kesadaran bahwa beberapa persoalan yang sudah sangat akut yang dialami bangsa ini juga akan menjadi pembahasan serius dan akan menjadi rekomendasi organisasi untuk mempertegas positioning PMKRI.


“PMKRI menilai tidak seharusnya negeri ini terus hidup dalam keterpurukan. Kedaulatan dan ketahanan pangan yang menjadi keunggulan Indonesia tidak boleh dilumpuhkan dengan kebijakan impor beras, kentang, dan bahan kebutuhan pokok pertanian lainnya yang akhirnya merugikan dan memiskinkan para petani,” katanya.

Paradigma pembangunan dan pengembangan wilayah perbatasan dengan memperkuat basis militer semata, dalam hematnya, tidak lagi efektif. Karenanya paradigma itu harus diubah dengan pola sinkronisasi antara pembangunan dan pengembangan ekonomi perbatasan di satu sisi dan militer di sisi yang lain.

Persoalan korupsi yang merajalela, politik dagang sapi, penegakan hukum yang transaksional, mafia pajak, dan pelbagai persoalan sosial lainnya juga akan dibicarakan di konferensi PMKRI kali ini. PMKRI yakin bahwa citra Indonesia baru dan kedaulatan NKRI akan tercipta bila ada semangat kesatuan dan kebulatan tekad rakyat untuk menindak setiap bentuk penyimpangan, birokrat dan pejabat negara berlaku sebagai pelayan masyarakat bukan penguasa, serta kepemimpinan nasional yang kuat, jujur, dan berpihak kepada rakyat.

“Kami menyuarakan gerakan perubahan tidak dapat ditunda dan harus dimulai dari sekarang,” tandasnya.[dem]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya