Berita

presiden sby/ist

TBH: Saya Yakin SBY Tak Ngurusi Greenpeace

SELASA, 18 OKTOBER 2011 | 08:20 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Penegak hukum diminta segera memproses dugaan pemalsuan paspor yang dilakukan aktivis senior Greenpeace dari Inggris Andrew John Tait yang datang ke Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Dia juga mendesak agar pihak imigrasi tidak takut menghadapi pejabat yang mengintervensi, termasuk pejabat dari Istana yang membawa-bawa nama Presiden SBY.

Sabtu lalu (15/10) anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, meminta pihak imigrasi meloloskan Andrew Tait ke Indonesia. Padahal sebelumnya, Andrew Tait sudah ditangkal pihak imigrasi. Ia diduga memalsukan dokumen identitas diri.

“Pihak imigrasi juga tidak perlu takut sama Mas Achmad Santosa walaupun membawa nama Presiden. Tapi saya yakin Presiden tidak ikut ngurus Greenpeace. Tapi baiknya dikonfirmasi saja langsung ke Presiden. Kalau memang ada pelanggaran, harus diproses hukum,” kata TB Hasanuddin.

Secara terpisah anggota Komisi Hukum DPR, Desmon J Mahesa, menilai Satgas Pemberantasan Mafia Hukum harus dievaluasi karena personelnya satgas cenderung menggunakan institusi itu untuk kepentingan lain yang mengatasnamakan bangsa.

Politisi Gerindra ini meminta Presiden SBY menindak tegas dan segera mengambil langkah hukum apabila Mas Achmad Santosa terbukti menjual nama baik SBY dan bangsa untuk kepentingan lain. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya