Berita

dahlan iskan/ist

Andi Arief: Mengapa Dahlan Iskan Menangis?

SELASA, 18 OKTOBER 2011 | 07:33 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Salah satu adegan yang tak biasa di Istana Negara kemarin (Senin, 17/10) adalah ketika Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menangis saat memberikan keterangan pers usai bertemu Presiden SBY.

SBY meminta pendiri Jawa Pos Group itu menjadi Menteri Negara BUMN menggantikan Mustafa Abubakar. Saat jumpa pers, ia berbicara paling akhir setelah calon-calon menteri lainnya. Bahkan di depan Presiden SBY pun Dahlan sempat menitikkan air mata.

Mengapa Dahlan Iskan menangis saat tahu akan dipercaya memimpin kementerian BUMN?

Menurut salah seorang Staf Khusus Presiden, Andi Arief, Dahlan Iskan menangis karena menyadari tugas yang begitu berat untuk mengatrol BUMN Indonesia.

“Kinerja BUMN kita masih tertatih-tatih. Dengan total aset Rp 2.234 triliun, seluruh BUMN kita hanya mencetak pendapatan Rp 986 triliun atau 44 persen dari total asset. Sementara, Petronas Malaysia yang hanya mengurusi minyak mencetak pendapatan 68 persen dari total aset. Lebih parah lagi kalau kita bandingkan laba bersih seluruh BUMN kita yang hanya Rp 88 triliun atau 3,9 persen dari total asset. Sementara Petronas saja bisa mencapai return of asset sebesar 13,5 persen,” ujar Andi Arief kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa pagi (18/10).

Dari data yang dikumpulkan Andi diketahui bahwa aset BUMN hingga kuartal pertama 2011 mencapai Rp 2.547 triliun. Kini tercatat 142 BUMN dan 15 perusahaan dimana kepemilikan negara terbilang minoritas. Selain itu masih ada beberapa BUMN yang pembinaannya tidak di bawah Kementerian BUMN (KBUMN).

“Berdasarkan data resmi dari KBUMN, nilai keseluruhan aset BUMN yang di bawah pembinaan KBUMN pada tahun 2009 adalah Rp 2.234 triliun atau 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sebagai perbandingan, pada tahun yang sama, keseluruhan stok penanaman modal asing langsung senilai 13,5 persen PDB,” sambungnya lagi.

Andi Arief juga memperoleh perbandingan antara kinerja seluruh BUMN Indonesia dengan perusahaan minyak tiga negara, Malaysia (Petronas), Republik Rakyat China (Sinopec) dan India (Indian Oil).

Total aset seluruh BUMN Indonesia sebesar Rp 2.234 triliun. Sementara Petronas sebesar Rp 1.096 triliun, lalu Sinopec sebesar Rp 1.399 triliun, dan Indian Oil sebesar Rp 270 triliun.

Adapun dari sisi penghasilan, seluruh BUMN Indonesia menghasilkan Rp 986 triliun. Petronas mendapat keuntungan Rp 746 triliun, Sinopec sebesar Rp 1.894, dan Indian Oil sebesar Rp 495 triliun.

Sementara pendapatan bersih seluruh BUMN Indonesia sebesar Rp 88 triliun. Bandingkan dengan Petronas yang mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 148 triliun, Sinopec sebesar Rp 82 triliun, dan Indian Oil sebesar Rp 20 triliun.

“Data-data ini memperlihatkan bahwa kinerja BUMN Indonesia masih bermasalah. Dan karenanya kita harus memberi semangat Menneg BUMN yang baru. Harus bisa,” demikian Andi. [guh]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

RI Dorong Status 742 Cagar Budaya Nasional Baru

Kamis, 03 September 2026 | 18:29

Di Forum Ekonomi Vladivostok, Prabowo Beberkan Alasan RI Tetap Jalankan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:23

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:19

Profil Lionel Messi, Akhiri Karier Internasional dengan 125 Gol

Kamis, 03 September 2026 | 17:57

Prabowo Dorong Rute Langsung RI-Vladivostok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi

Kamis, 03 September 2026 | 17:43

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,876 Triliun

Kamis, 03 September 2026 | 17:40

Kemenkop Tegaskan Anggaran Rp103 Miliar Bukan untuk Podcast

Kamis, 03 September 2026 | 17:35

Mantan Pemain Timnas Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Ini Jejak Kariernya di Sepak Bola Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 17:25

IHSG-Rupiah Kompak Cerah Hari Ini

Kamis, 03 September 2026 | 17:23

Demo Kantor Agrinas Diduga Ditunggangi Oknum

Kamis, 03 September 2026 | 17:08

Selengkapnya