Berita

ma santosa/ist

Mas Achmad Santosa Tak Mau Reputasi SBY Terganggu

SABTU, 15 OKTOBER 2011 | 19:11 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, tak mau reputasi pemerintahan SBY terganggu. Itu sebabnya dia membela Andrew Tait yang hendak dideportasi di Bandara Halim Perdanakusuma tadi pagi (Sabtu, 15/10).

Kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu petang, 15/10), pria yang biasa disapa Ota ini menjelaskan bahwa dirinya diundang Greenpeace Indonesia untuk melihat kondisi hutan Indonesia dari udara bersama sejumlah tamu dari Inggris, seperti Sir Martin Lorell dan Andrew Tait juga koordinator dan staf Greenpeace Indonesia.

“Saya sebagai undangan dan merasa sebagai bangsa Indonesia yang menghargai tamu mempersolakan alasan deportasi Andrew Taits,” ujarnya.

Menurutnya, Andrew Tait mendapat visa bisnis resmi dari pemerintah dan tidak masuk red list sebagaimana John Sauven yang sudah dicekal dua hari sebelumnya.

Ota khawatir error in persona dan deportasi ini akan menimbulkan ekses pemberitaan yang kurang baik buat bangsa dan pemerintah. Karena pemberitaan pencekalan John Sauven meluas di media internasional dan kurang menguntungkan pada pemerintah Indonesia dan reputasi internasional Presiden SBY sebagai champion perubahan iklim dan mengatasi deforestasi.

“Saya sebagai bagian dari bangsa, pemerintah dan pegiat lingkungan hidup meminta petugas untuk menanyakan terlebih dahulu kepada Dirjen Imigrasi apa betul orang itu yang bernama Andrew harus dideportasi?

Ota juga mengaku sudah melaporkan hal ini kepada Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, dan Ketua Satgas PMH Kuntoro Mangkusubroto.

Ota mengenal dan bekerja sama dengan Greenpeace sejak tahun 1980-an. Menurutnya, Greenpeace bukan NGO yang kerjanya menjelekkan pemerintah dan bangsa Indonesia.

“Saya melihat pernyataan-pernyataan dan studinya sejalan dan mendukung komitmen Presiden SBY dalam penurunan gas emisi rumah kaca 20 persen pada 2020 dan 41 persen dengan dukungan internasional,” demikian Ota. [guh]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya