Berita

Laode Ida

Wawancara

WAWANCARA

Laode Ida: Nazar Bilang Pejabat Teras Terlibat Mafia Anggaran

RABU, 12 OKTOBER 2011 | 06:21 WIB

RMOL. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin mengungkapkan ada pejabat teras yang terlibat mafia anggaran.

Hal ini disampaikan Naza­ruddin saat pertemuan dengan rombongan Posko Pengaduan Mafia Anggaran (P2MA) di Markas Brimob, Kelapa Dua, De­­pok, Jumat (7/10).

“Saya dan rombongan P2MA menemui Nazar untuk meminta informasi seputar praktik mafia anggaran di DPR, termasuk di Badan Anggaran,” ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Laode Ida, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

“Sejumlah nama baru yang diungkapkan Nazar makin me­nyadarkan saya kalau jaringan mafia anggaran yang mengge­rogoti APBN sangat kuat dan mengerikan,” tambahnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Siapa pejabat teras itu?

Janganlah, tidak etis menye­but­kan namanya. Yang jelas, Nazar bilang selain ada pejabat teras, sejumlah pengusaha, anggo­ta parlemen, pejabat ek­sekutif terlibat mafia anggaran.


Apakah nama-nama itu po­puler di publik?

Saya tidak bisa menyebutkan nama-nama itu. Ini persoalan etika.


Apakah nama itu sudah per­nah disebutkan sebelumnya?

Ada sejumlah nama yang sering disebut Nazar. Tapi ada sebagian yang belum pernah

disebutkan. Makanya saya pun kaget. Bagi saya nama-nama itu tidak asing.


Apakah Nazar menyebut instansi atau lembaga tertentu?

Menurut Nazar, salah satu instansi yang digerogoti mafia anggaran adalah Kemendiknas. Di sana ada pemain besar yang mengatur semua proyek dan ni­lai­nya mencapai triliunan rupiah.


Tujuaan Anda mendatangai Nazar hanya untuk menggali informasi seputar nama-nama itu?

Tidak spesifik untuk itu. Tujuan kami mendatangi Nazar adalah untuk mendapat back­ground soal praktek mafia. Back­ground tersebut akan kami gu­na­kan untuk strategi P2MA dalam membongkar mafia anggaran.

Setelah lengkap, fakta dan data-data mengenai praktek ha­ram tersebut akan kami sampai­kan ke penegak hukum. Selain itu, kami juga akan memberi sejumlah rekomendasi kepada para pembuat kebijakan untuk perbaikan pengelolaan anggaran.


Tujuaan Anda mendatangai Nazar hanya untuk menggali informasi seputar nama-nama itu?

Tidak spesifik untuk itu. Tujuan kami mendatangi Nazar adalah untuk mendapat back­ground soal praktek mafia. Back­ground tersebut akan kami gu­na­kan untuk strategi P2MA dalam membongkar mafia anggaran.

Setelah lengkap, fakta dan data-data mengenai praktek ha­ram tersebut akan kami sampai­kan ke penegak hukum. Selain itu, kami juga akan memberi sejumlah rekomendasi kepada para pembuat kebijakan untuk perbaikan pengelolaan anggaran.


Bagaimana jaringan mafia anggaran bekerja?

Modus mafia anggaran tidak jauh berbeda dari yang kita ke­tahui selama ini. Semua tender yang dimenangkan seseorang dalam proyek kementerian bia­sanya sudah diatur. Cara main­nya, pejabat di kementerian ter­lebih dahulu bertemu dengan pengusaha dan anggota dewan, sebelum proyek itu berjalan.

Pola-pola seperti ini, sebenar­nya sudah lama terjadi. Bahkan, beberapa tahun lalu saya pernah mengungkap masalah itu dalam buku saya. Ternyata, regulasi dan sistem yang kita bangun belum juga mampu mengatasi hal tersebut.  


Soal isu miring seputar pem­bentukan P2MA, bagaimana tanggapan Anda?

Ah, saya nggak menggubris hal itu. Saya dibilang cari sensasi, cari panggung dan sebagainya. Saya nggak peduli. Seperti yang saya bilang tadi, beberapa tahun lalu saya sudah menulis buku soal praktik mafia anggaran.

Kalau ada yang tidak suka atau tidak setuju, ya silakan saja. Kami tetap jalan. P2MA bukan untuk kejahatan, bukan untuk kepen­tingan pribadi. Saya nggak ada urusan dengan popularitas.   [rm]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya