Berita

anak krakatau/ist

Warga Belum Perlu Mengungsi Meskipun Enam Gunung Siaga

SELASA, 11 OKTOBER 2011 | 01:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar gunung api untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Permintaan tersebut disampaikan seiring status Siaga (level III) terhadap enam gunung api, yakni Tambora, Anak Ranakan, Papandayan, Karangetang, Lokon, dan Anak Krakatau. Keenam gunung ini, bukan tidak mungkin akan berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana.

"Pemerintah daerah dan masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah diminta terus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan upaya kesiapsiagaan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, DR. Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resminya yang diterima redaksi (Senin, 10/10).


Meski begitu, katanya, sampai saat ini belum perlu dilakukan pengungsian terkait dengan peningkatan aktivitas gunung tersebut. Namun sangat perlu, sambungnya, untuk tetap memperhatikan ada tidaknya masyarakat dan persoalan jarak di daerah rawan bahaya.  

Ia menambahkan, hingga hari ini (Senin, 10/10), gunung api Anak Krakatau masih terjadi gempa vulkanik hingga mencapai sekitar 5 ribu kali gempa vulkanik. Radius 2 kilometer ditetapkan sebagai daerah berbahaya dan harus kosong dari aktivitas penduduk.

Sedangkan gunung api Marapi di Sumatera Barat, meskipun terjadi letusan tapi statusnya tetap Waspada. Tidak ada peningkatan status dari gunung tersebut. Tercatat kemarin terjadi 23 kali gempa letusan. Masyarakat diminta tetap tenang. Monitoring terhadap gunungapi berstatus Siaga dilakukan 24 jam 7 hari dalam seminggu.

Selain keenam gunung tersebut, saat ini BNPB sudah menetapkan 15 gunung api lainnya berstatus Waspada atau level II.  [dem]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya