Berita

Luthfi Hasan Ishaaq

Wawancara

WAWANCARA

Luthfi Hasan Ishaaq: Usulan Pembubaran KPK Bukan Lindungi Kader Kami

MINGGU, 09 OKTOBER 2011 | 07:36 WIB

RMOL. Ide pembubaran KPK yang disuarakan kader PKS bukan untuk melindungi salah satu kadernya, Tamsil Linrung, yang disebut-sebut terindikasi kasus Kemenakertrans.

“Mustahil PKS menyandera tugas kenegaraan seperti yang dijalankan KPK hanya karena ingin melindungi satu orang ka­der kami,” ungkap Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, kepada Rakyat Merdeka, Jumat (7/9).

Menurut Luthfi, partainya men­­dorong agar kadernya me­nuntaskan dan menghadapi segala tuduhan tersebut secara elegan.

“Pak Tamsil tidak perlu mun­dur dari jabatannya saat ini,”  ujar Luthfi.

Berikut kutipan selengkapnya;

 

Bagaimana PKS meman­dang kinerja KPK sehingga muncul ide pembubaran KPK dari ka­der Anda?

Lontaran Pak Fachri Hamzah perlu didalami dan dicermati. Kita tidak boleh apriori pada ga­ga­san para praktisi politik, dan praktisi hukum seperti OC Kaligis.

Korupsi itu musuh bersama dan bahaya laten bagi bangsa.  Makanya institusi lain juga harus dioptimalkan, seperti kejak­saan dan kepolisian.

Secara de facto sumber daya KPK sa­ngat terbatas, se­hingga harapan publik tidak mung­kin di­pe­nuhi KPK.

Anda me­man­dang perlu eva­­luasi di internal KPK?

Bukan hanya KPK yang harus dievaluasi, tapi semua badan, komisi, dan lembaga ad hoc lain­nya. Presiden saja mengevaluasi menterinya. Tapi memang saat ini KPK menjadi fokus utama, apa­lagi antara prestasi dan budget-nya tidak seimbang. 


Ide pembubaran KPK itu su­dah menjadi keputusan inter­nal PKS?

Pak Fachri adalah Wakil Ketua Komisi III DPR, dan KPK ada­lah mitra komisinya. Mengkritisi mi­tra komisi adalah tugas uta­ma­­nya. Selain itu, anggota DPR punya hak konstitusi untuk bicara me­ngenai penyelengga­raan pe­me­rintahan negara secara umum.

Jadi dia berhak mewakili diri­nya sendiri, tidak harus selalu dipahami gagasannya merupa­kan kebijakan partai.

 

Bagaimana PKS meman­dang keputusan komite etik KPK?

Biarlah publik yang menilai keputusan komite etik tersebut.

 

O ya, bagaimana reaksi PKS terkait reshuffle kabinet?

Tahun ini adalah saat yg paling tepat untuk melakukan reshuffle. Kami melihat tiga tahun ke de­pan adalah waktu untuk mem­beri­kan sentuhan akhir bagi masa bhakti Pak SBY sebagai kepala negara. Jika beliau ber­hasil memberikan sentuhan akhir yang excelent, maka beliau akan dikenang se­panjang masa. Namun jika gagal, beliau akan dikenang sebaliknya. Seperti kata pepatah, karya-karya besar sangat ditentukan oleh sen­tuhan akhirnya.

 

Apa PKS sudah dihubungi SBY terkait reshuffle?

Mungkin yang dimaksud par­tai-partai koalisi yang menterinya akan direshuffle. Partai yang men­terinya tidak akan dire­shuffle, ya tidak harus diajak bicara kan.

 

Anda melihat posisi PKS aman dari reshuffle?

PKS tdk hanya melihat dari sisi aman atau tidaknya posisi men­teri PKS, karena banyak cara untuk membuat posisi seo­rang menteri aman. PKS meli­hat­nya dari sisi kinerja menteri kami. Sejauh ini kinerja mereka untuk berkontribusi membangun negeri cukup bagus. Beberapa keku­rangan yang terkadang menjadi sorotan, kami menilai­nya masih reasonable. Jadi secara keselu­ruhan masih on the track dengan visi dan misi besar Pak SBY dalam membangun negeri ini.


Apa benar ada kontrak koa­lisi khusus antara PKS dengan SBY?

Semua partai koalisi menan­datangani kontrak politik dengan Pak SBY, biasa disebut code of condact, kontrak etika koalisi pun ada. Dan itu mengikat semua pihak.   [rm]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya