Berita

Achmad Mubarok

Wawancara

WAWANCARA

Achmad Mubarok: SBY Perlu Mewaspadai Kepentingan Politik 2014

SABTU, 08 OKTOBER 2011 | 06:11 WIB

RMOL. Presiden SBY diminta perlu mewaspadai reshuffle kabinet dengan penyusupan agenda kepentingan politik Pilpres 2014. Jangan sampai seperti memelihara anak macan.

Untuk itu, perlu diwanti-wanti masukan pimpinan parpol dan pebisnis. Sebab, penyusupan mem­bawa agenda busuk untuk mendiskreditkan pemerintah yang tinggal tiga tahun lagi.

“Watak pimpinan parpol dan pebisnis itu kan selalu mengejar keuntungan, termasuk dalam rencana reshuffle kabinet ini. Sebab, ideologi partai politik ada­lah kepentingan,” ujar anggota Dewan Pembina Partai Demo­krat, Ahmad Mubarok, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Makanya, lanjut bekas Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ter­sebut, yang diperlukan seka­rang ini adalah loyalitas agar pro­gram pemerintah bisa terwujud.

“Beberapa kementerian strate­gis, seperti kementerian ekonomi dan kementerian BUMN harus diisi kalangan non-partai. Ini demi untuk menjaga agar tidak dijadi­kan sapi perah bagi partai po­litik,’’ pa­par­nya.

Berikut ku­tipan seleng­kapnya;


Anda melihat ini sebagai ajang fun­dri­sing bagi partai po­litik?

Kalau bagi presiden bukan, tapi bagi partai politik saya mengin­dikasikannya seperti itu. Karena seperti yang saya ung­kapkan, wa­tak partai ya seperti itu, mengejar keuntungan.  


Kalau reshuffle ini disusupi, apa dampaknya bagi Presiden?

Kalau buruk kinerja kemente­rian, maka nama Presiden buruk juga. Tapi sebaliknya, kalau ki­nerja kabinet bagus, nama Pre­siden baik juga. Kalau niatnya ada kepentingan politik 2014, tentu ini nggak bagus. Tujuannya ingin mendiskreditkan pemerin­tah, lalu mereka mendapatkan keuntungan.

Saya kira beliau tahu mengenai itu. Pak SBY selaku pemegang hak prerogatif dalam reshuffle kabinet ini, tentu akan melakukan yang terbaik demi bangsa, negara, dan rakyat.


Berarti reshuffle kabinet ini harus dengan pertimbangan ki­nerja, bukan politis?

Saya berkeyakinan bahwa reshuffle sekarang murni untuk peningkatan kinerja, dan pertim­bangan politis tidak terlalu besar. Apalagi, beliau tidak mencalon­kan lagi Pilpres 2014, sehingga diharapkan beliau meninggalkan jejak kesejarahan yang baik. Dicatat dengan tinta emas dalam perjalanan bangsa ini.


Kriteria seperti apa yang pan­tas menjadi menteri di bi­dang eko­nomi?

Tentunya sang menteri harus memiliki pengetahun ekonomi global atau ekonomi makro. Hal ini cukup penting agar arah eko­nomi kita tidak bergantung pada satu kawasan saja. Misalnya Amerika Serikat atau Eropa saja. Apabila ini berhasil, kita bisa ber­pindah pasar tidak hanya bergan­tung pada satu tempat.


Bagaimana dengan bidang mikro?

Dalam bidang ini bisa disiasati dengan menempatkan pejabat Eselon 1 atau pun Dirjen yang pa­ham mengenai strategi ekonomi mikro. Bila ini berhasil, maka kita memiliki ketahanan yang kuat di dalam negeri dan ada kesinam­bungan ekonomi makro dan mikro bisa tercapai, sehingga eko­nomi kita bisa mandiri, tidak bergantung dengan negara lain.


Bagaimana dengan bidang mikro?

Dalam bidang ini bisa disiasati dengan menempatkan pejabat Eselon 1 atau pun Dirjen yang pa­ham mengenai strategi ekonomi mikro. Bila ini berhasil, maka kita memiliki ketahanan yang kuat di dalam negeri dan ada kesinam­bungan ekonomi makro dan mikro bisa tercapai, sehingga eko­nomi kita bisa mandiri, tidak bergantung dengan negara lain.


Apa yang harus dikuasai seo­rang menteri di bidang eko­nomi?

Tentu seorang menteri eko­nomi harus paham masalah ma­kro. Kita saat perjanjian-perjan­jian internasional selalu kalah karena tidak menguasai masalah­nya. Sering masalah sengketa internasional kalah karena dikon­trak, kita banyak tertipu.   [rm]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya