Berita

Ayu Ting Ting  

Blitz

Ayu Ting-Ting, Sekali Main Dibayar 30 Juta

RABU, 05 OKTOBER 2011 | 07:41 WIB

RMOL. Nama Ayu Ting Ting mendadak me­lejit di industri musik Indonesia. Pe­dangdut yang dikenal lewat lagu Alamat Palsu ini pun men­ce­ri­takan jati dirinya sesungguhnya.

“Sebenernya nama asli saya bukan Ayu Ting Ting, tapi Ayu Ros­malina,” katanya.

Diceritakan pedangdut kela­hiran Depok, 20 Juni 1992 ini, nama Ayu Ting Ting muncul dari sebuah lagu.

“Nama Ting Ting itu karena lagu aku ada judulnya ‘Ting Ting’. Awalnya sih dikasih sama pro­duserku. Katanya jadi Ayu Ting Ting aja. Pas aku pikir-pikir, ya, udah, lucu juga. Gam­pang di­ingat,” kisahnya.

Ayu  tak pernah menyesal de­ngan nama tersebut. Terbuk­ti, nama unik itu membawa hoki sehingga sosok Ayu mudah di­ingat dan kariernya melejit di industri musik In­do­nesia.

“Mungkin ini juga rezeki saya ditahun 2011,” ujar putri pasangan Abdul Rozak dan Umi Kalsum itu.

Berkat Alamat Palsu, ho­nor gadis yang masih ter­catat sebagai mahasiswi Gu­nadarma semester tiga ini terus naik. Sekali mang­gung, kini Ayu dibayar sampai Rp 30 juta.

“Berapa ya? sekitar 30 juta lah. Itu enam lagu, nggak lebih nggak ku­rang. Ya, itu sekali manggung. Tetapi ka­lau acaranya besar, ya kita patokin besar juga,” terang Ayu.

Ayu menilai, honor tersebut belum fan­tastis dibanding penyanyi yang lebih po­puler. Namun, ia bersyukur atas apa yang diterima saat ini. “Ya, alhamdulillah. Nggak sampai seratusan (juta) sih,” ujarnya.

Buat apa uang sebanyak itu? Pe­rem­puan berkulit putih ini berharap, dengan honornya bisa membahagiakan keluarga dan kedua orangtuanya.

“Sebelumnya saya juga sudah ngum­pulin uang buat beli mobil untuk mama. Tinggal cita-cita saya berangkatin haji orangtua sama beli rumah,” paparnya.

Sebelum menjadi terkenal seperti saat ini, Ayu mengaku memulai kariernya di musik dangdut dari nol sejak beberapa tahun yang lalu. Ia lebih dulu tampil di hajatan kecil kelas kampung. Sekali-sekali ia juga menerima tawaran mang­gung ke luar kota.   [rm]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya