MARI ELKA PANGESTU/ist
MARI ELKA PANGESTU/ist
RMOL. Kebijakan-kebijakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang tidak memproteksi perdagangan dalam negeri bukan sesuatu yang mengejutkan. Karena, kebijakan-kebijakan yang ia telurkan saat ini merupakan implementasi dari gagasan-gagasan yang telah ia sampaikan jauh-jauh hari sebelum menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu selama dua periode.
"Menteri Perdagangan ini konsepnya salah. Karena dia itu dari dulu dalam tulisan-tulisannya tahun 90-an, dia sudah percaya dengan yang namanya satu masyarakat Asia," kata pengamat ekonomi politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.
Perdagangan bebas menjadi kunci dalam pembentukan masyarakat Asia. Karena itu, mantan peneliti Center for Strategic and International Studies itu dinilai termasuk orang yang tidak percaya akan batas negara. Padahal, kata Syahganda, kita tetap menganggap bahwa batas negara dan nasionalisme itu penting dan harus dijunjung.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41