Berita

rainbow warriors/ist

Gurubesar UI: Yang Menjelek-jelekkan Indonesia Harus Ditolak

RABU, 28 SEPTEMBER 2011 | 14:39 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Sikap tegas pemerintah menangkal dan menolak kunjungan Direktur Greenpeace Inggris, John Bernard Sauven, ke Indonesia diapresiasi kalangan intelektual.

“Langkah itu sudah tepat. Sebab, setiap orang asing yang ingin memasuki Indonesia harus terlebih dahulu diperiksa apa motif dan kepentingannya,” ujar Gurubesar Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto, kepada wartawan di Jakarta, Rabu siang (28/9).

“Penolakan dilakukan karena pemerintah sudah mendapat informasi yang akurat dan objektif (tentang maksud kunjungan),” sambung pakar hukum internasional itu.

Rencana kunjungan John Sauven ke Indonesia disebutkan untuk mengikuti serangkaian kegiatan, termasuk menghadiri seminar internasional tentang kelangsungan dan perlindungan hutan Indonesia, di Jakarta, yang digelar kemarin (Selasa, 27/9). Acara yang digagas, antara lain, Center for International Forestry Research (CIFOR) itu dihadiri Presiden SBY.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM melarang John Sauven masuk ke Indonesia setelah mendengar informasi yang menyebutkan ia akan melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban umum, serta membahayakan Indonesia.

Menurut Hikmahanto, penolakan itu tentu dilakukan dengan alasan yang kuat, sangat hati-hati dan selektif. Penolakan John Sauven ini, sebutnya lagi berbeda dengan yang kerap dilakukan di era Soeharto.

“Saat ini (keputusan menolak kehadiran orang asing) melalui berbagai prosedur. Sehingga, kalau seseorang ditolak masuk Indonesia pasti itu (penolakan) dilakukan dengan sangat hati-hati dan prosedural,” jelasnya lagi.

Tujuan menolak seseorang masuk ke Indonesia umumnya untuk menjaga kedaulatan negara. Pemerintah di negara manapun berhak melarang orang asing masuk ke wilayah mereka jika kehadiran orang itu dinilai akan merugikan negara.

“Ini menyangkut kedaulatan negara. Jika seseorang dinilai sering menjelek-jelekkan nama Indonesia di luar negeri, dan berpotensi mengganggu kepentingan nasional, saya kira langkah pemerintah dalam hal ini sudah sangat tepat,” katanya.

Tahun lalu pemerintah Indonesia juga menolak kedatangan kapal Rainbow Warrior II milik Greenpeace ke Jakarta. Tindakan tegas itu diambil karena agenda yang disampaikan agen penghubung Greenpeace di Indonesia dengan agenda yang diterima Kementerian Luar Negeri dari Greenpeace tidak cocok dan mencurigakan. Berbagai pihak menilai kedatangan Rainbow Warrior II ke Indonesia adalah bagian dari agenda terselubung merongrong kepentingan dan upaya merendahkan harkat martabat bangsa Indonesia di mata internasional. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya