Berita

Mahfud MD

Wawancara

WAWANCARA

Mahfud MD: Nggak Perlu Izin Presiden, Saya Datang Sendiri..

SABTU, 24 SEPTEMBER 2011 | 05:45 WIB

RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjelaskan, kalau polisi mau meminta keterangannya terkait tindak pidana, tentu harus ada izin dari Presiden.

“Tapi untuk kasus di MK, saya  tidak akan mempersulit prosedur.

Saya datang sendiri ke Mabes Polri. Kalau datang sendiri kan ti­­dak perlu izin Presiden,’’ tegas Mah­fud MD kepada Rakyat Mer­deka, di Jakarta, Jumat (23/9).

Seperti diketahui, Polri telah menetapkan bekas staf MK, Zainal Arifin Hoesein,  menjadi tersangka dalam kasus dugaan surat palsu.

Zainal mengajukan Mahfud sebagai saksi meringankan.

Mahfud selanjutnya mengata­kan, sejumlah hakim konstitusi sudah menyatakan kesediaan­nya memberikan keterangan kepada polisi demi kepentingan Zainal yang merasa diperlaku­kan tidak adil.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa kedatangan ke Mabes Polri itu sudah dibicarakan de­ngan hakim konstitusi lainnya?

Setiap hari kita membicarakan dalam rapat resmi. Kami selalu membahas perkembangan apa yang terkait dengan kasus ter­sebut. Sudah jadi kesepakatan kami untuk bersama-sama ke polisi.


Kenapa hakim konstitusi be­gitu bersemangat membela Zainal?

Kami merasa punya kewajiban hukum untuk menjelaskan apa adanya. Tapi kalau polisi merasa benar, ya terserah saja. Masing-masing punya tanggung jawab.


Apa Anda dan hakim konsti­tusi terus memantau kasus ini?

Tentu.  Kami sudah berbicara apa adanya, lalu mungkin ber­beda sudut pandangnya, ya tidak apa-apa. Kami bersepakat untuk menghormati apa yang dikerja­kan Polri.

Kami juga sepakat tidak akan membuat tekanan terhadap Polri, seperti halnya MK tidak boleh dicampuri dan ditekan  dalam me­mutus dan memeriksa berba­gai perkara yang sedang kami tangani.


Tapi penetapan Zainal se­ba­gai tersangka dinilai sebagai upaya membelokkan kasus itu, apa komentar Anda?

Penanganan surat palsu yang dilaporkan MK itu tidak sejalan dengan rasa keadilan dan tidak sejalan dengan logika hokum. Sebab, mantan staf saya, Zainal Arifin dijadikan tersangka.

Makanya saya ingin secara moral bertanggung jawab. Orang yang tidak salah seperti Zainal harus dibela meskipun polisi sudah punya skenario sendiri.

Mungkin tidak ada gunanya pem­belaan saya itu. Tapi saya harus tetap melakukan itu. Sebab, kalau polisi sudah punya skena­rio, tidak ada gunanya apapun yang saya ungkapkan.


Skenario apa itu?

Skenarionya kan sudah dilihat banyak orang. Sebab, ini berten­tangan dengan akal sehat. Pada­hal hukum itu sumbernya akal sehat. Alat kontrolnya akal sehat. Hukum itu kan produk dari akal sehat.


Apa ada upaya membelok­kan kasus ini?

Saya tidak ingin mengatakan seperti itu. Terserah masyarakat saja menilainya. Sebab, masyara­kat saat ini sudah pintar. Sudah tahu memberi hukuman moral. Masyarakat  punya akal sehat dan nurani. Tidak perlu disimpulkan dalam kata, tapi sudah merasa­kan, dan bisa memberikan huku­man moral.   [rm]


Skenario apa itu?

Skenarionya kan sudah dilihat banyak orang. Sebab, ini berten­tangan dengan akal sehat. Pada­hal hukum itu sumbernya akal sehat. Alat kontrolnya akal sehat. Hukum itu kan produk dari akal sehat.


Apa ada upaya membelok­kan kasus ini?

Saya tidak ingin mengatakan seperti itu. Terserah masyarakat saja menilainya. Sebab, masyara­kat saat ini sudah pintar. Sudah tahu memberi hukuman moral. Masyarakat  punya akal sehat dan nurani. Tidak perlu disimpulkan dalam kata, tapi sudah merasa­kan, dan bisa memberikan huku­man moral.   [rm]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya