Berita

Busyro Muqoddas

Wawancara

WAWANCARA

Busyro Muqoddas: Kami Belum Menyerah Bongkar Kasus Century

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2011 | 07:07 WIB

RMOL. Ketua KPK Busyro Muqoddas menegaskan, pihaknya belum menyerah untuk membongkar kasus Bank Century yang saat ini masih tahap penyelidikan.

“Masih terlalu dini kalau me­minta kasus ini ditutup. Kami belum menyerah untuk meng­ung­kap kasus ini. Semua masih dipelajari. Prosesnya masih terus dilakukan,’’ tegas Busyro Mu­qoddas di Jakarta, Selasa (20/9).

“Perlu ditegaskan, tidak ada satu pihak yang dilindungi da­lam kasus ini. Siapa pun yang terlibat akan diusut dengan alat bukti yang cukup. Selama KPK meme­gang bukti, kita jalan te­rus,” tam­bah bekas Ketua Ko­misi Yudisial itu.

Berikut kutipan selengkapnya:


 KPK memeriksa Robert Tan­­­tular, apa sudah ada info yang menggembirakan?

Prinsip dari kerja KPK itu ada­lah terus tingkatkan proses pe­nye­lidikan. Belum lama ini ada informasi masuk. Itulah yang kami kembangkan. Makanya kami periksa Robert Tantular untuk menggali informasi baru. Tapi hasilnya seperti apa, itu belum bisa disimpulkan.


Kenapa?

Sebab, penyidik belum mela­por­kannya kepada saya terkait pemeriksaan itu.


Kabarnya sudah ada pihak yang patut dicurigai dalam pe­ngambilan keputusan untuk melakukan bailout, apa benar?

Mengenai pihak-pihak mana yang dimaksud, itu tergantung pada perkembangan dan infor­masi dari Robert Tantular. Mu­dah-mudahan saja informasinya signifikan kepada siapa saja.


O ya,  apa hasil pemeriksaan terhadap pimpinan Banggar DPR, yakni Melchias Mekeng, Tamsil Linrung, Olly Dondo­kam­bey dan Mirwan Amir?

Untuk saat ini saya belum tahu. Sebab, belum mendapat­kan lapo­ran seluruhnya. Yang ingin saya sampaikan, pe­mang­gi­lan terha­dap empat pimpinan Banggar itu, karena KPK ingin tahu manaje­men yang ada di internal mereka yang selama ini banyak dicurigai.


Bukankah karena Banggar  ber­masalah, sehingga perlu di­perik­sa secara mendalam?

Bukan karena Banggar itu ber­masalah, lantas kami memanggil empat pimpinan Banggar DPR. Kami ingin mengkonfirmasi sta­temen atau pernyataan dari ter­sangka Dharnawati yang sebe­lum­nya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap di Kemenakertrans. Ini kami laku­kan supaya dalam kasus itu tidak berhenti pada pernyataan seseo­rang. Makanya, pihak lain itulah mesti kami periksa juga untuk mencari tahu kebenarannya.


 Bukankah alat kelengkapan dewan itu memang sedang ber­masalah seperti yang berkem­bang saat ini?

Tidak ada yang luar biasa dari pemanggilan itu. Kalau kami me­manggil keempat pimpinan Bang­gar sekaligus, itu hanya teknis penyelidikan saja. Itu tidak punya arti dan maksud, apalagi kalau di­simpulkan bahwa Bang­gar itu memang sedang berma­salah.


 Bukankah alat kelengkapan dewan itu memang sedang ber­masalah seperti yang berkem­bang saat ini?

Tidak ada yang luar biasa dari pemanggilan itu. Kalau kami me­manggil keempat pimpinan Bang­gar sekaligus, itu hanya teknis penyelidikan saja. Itu tidak punya arti dan maksud, apalagi kalau di­simpulkan bahwa Bang­gar itu memang sedang berma­salah.


Apakah sudah diketahui  soal aliran dana seperti dicuri­gai selama ini?

Kami belum sampai di situ. Tapi lebih lengkapnya, penyidik yang tahu. Seperti yang tadi saya bilang, saya belum mendapatkan laporan resmi dari penyidik soal apa hasilnya.   [rm]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya