Berita

Cinta Dewi

Blitz

Cinta Dewi, Jadi Penari Striptis, Rela Disiksa

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2011 | 03:25 WIB

RMOL.Ternyata Cinta Dewi bukan cuma doyan main film horor berbau esek-esek saja. Cewek seksi itu juga senang main film bergenre action. Makanya dia main di film laga terbaru, Tarung.

“Aku berperan sebagai Astrid, wanita penghibur. Dia itu perempuan kampung polos yang terbujuk rayuan temannya ke Jakarta buat pekerjaan tapi akhirnya terjebak dalam jurang hitam kenistaan,” ucapnya.

Hasrat bermain film selain horor su­dah dipendam lama oleh Cinta. Ketika tawaran film laga datang, dia langsung menyambarnya.

“Emang film ini (action) udah jarang di Indonesia. Kebanyakan film horor dan drama. Mungkin di sini aku tidak beradegan berkelahi. Cuma aku jadi penari striptis yang sering dapat siksaan aja,” ungkapnya.

Untuk mendalami perannya sebagai penari striptis, Cinta rela dikarantina dan dilatih oleh penari striptis asli. Dia harus berlatih menari erotis seperti bergelayut di tiang.

“Aku berpakaian sebagai penari striptis, seperti yang banyak orang tahu. Menurutku wajar-wajar aja, ka­rena tuntutan peran seperti itu,” tegasnya.

Pemain film Pelet Celana Dalam ini mengaku tidak sempat melakukan riset untuk perannya kali ini. Karena kurangnya persiapan syuting, sehingga Cinta tidak sempat lagi mencari tahu bagaimana kehidupan PSK yang sebenarnya. Bahkan, adegan menari striptis dalam film tersebut, juga muncul secara tiba-tiba.

Berbeda genre film, tentu saja berbeda pengalaman syutingnya. Dalam film ini,

Cinta tak lagi melihat hantu-han­tuan, tapi dirinya harus bergelut de­ngan darah. “Kalo darah udah ke­biasaan. Jadi udah nggak aneh. Darah­nya enak lagi, manis. Aku lebih seneng action daripada horor,” ujarnya sambil tertawa.

Untuk adegan striptis dalam film ini, meskipun deg-degan, Cinta melewati­nya hanya dengan satu kali take. Se­dangkan untuk adegan dewasa, Cinta juga mengaku deg-degan. “Deg-de­gan. Karena berhadapan dengan orang baru,” pungkasnya. [rm]



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya