Berita

Saleh P Daulay/ist

Keinginan Dua Pengurus KNPI untuk Bersatu Jangan hanya Basa-basi!

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2011 | 17:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia selama satu periode ini (2008-2011) harus segera diakhiri. Didesak, kedua belah pihak yang sama-sama akan berakhir masa kepengurusannya pada Oktober tahun ini segera menggelar Kongres bersama.

"Ini dalam rangka menyatukan kembali KNPI dan menyatukan kembali arah perjuangan pemuda Indonesia," kata Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

Saleh memang telah mendengar adanya keinginan kedua belah pihak untuk menggelar kongres bersama. Iktikad baik itu, diharapkan, disambut baik dan diapresiasi semua pihak, yang menjadi stake holder KNPI.


"Perlu digaris bawahi, masing-masing kelompok ini telah pernah dinyatakan sebagai pengurus KNPI. Karena itu jangan sampai persengketaan kedua belah pihak diwariskan kepada para pendukung masing-masing. Makanya harus diselesaikan masalah ini secara baik tanpa ada yang harus dipermalukan," harapnya.

Namun, dosen Ilmu Politik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengingatkan, keinginan kedua belah pihak untuk menggelar kongres bersama tidak cukup disampaikan secara lisan tapi harus dibuktikan secara konkret dengan melakukan penandatanganan kesepakatan dan kesepahaman antara kedua belah pihak.

Saleh, yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan hal tersebut, karena kedua belah pihak sama-sama mengirim surat undangan dan pemberitahuan ke semua ormas kepemudaan, termasuk Pemuda Muhammadiyah, bahwa KNPI akan menggelar kongres bersama. Akhirnya, setiap ormas kepemudaan sama-sama menerima dua undangan, dari kubu Aziz Syamsuddin dan blok Ahmad Dolia Kurnia.

"Kita meminta agar egoisme sektoral dikesampingkan dalam rangka mencapai kepentingan yang lebih besar. Jadi jangan sampai (keinginan kongres bersama) hanya simbolisasi," tandas Saleh, yang sebelumnya pernah menginisiasi untuk mempertemukan dua kepengurusan KNPI tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya