Berita

Nazarudin/ist

Pesimis, Pimpinan KPK Saat ini Bisa Tuntaskan Kasus Nazaruddin

SELASA, 13 SEPTEMBER 2011 | 13:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Beberapa pihak mulai mengungkapkan rasa pesimis atas kemauan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini untuk menuntaskan kasus yang membelit mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, M Nazaruddin.

Salah satu yang pesimis adalah deklarator Komite Pengawas KPK untuk Kasus Nazaruddin (KPK2N), Neta S Pane, yang berbincang dengan Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu.

"Sepertinya kita tidak bisa berharap lagi dengan pimpinan sekarang ini. Karena terlalu banyak yang terlibat konflik kepentingan. Dugaan itu dikuatkan karena lambannya proses kasus Nazaruddin kemudian tidak ditindaklanjutinya apa-apa yang disebutkan Nazaruddin dan Yulianis (mantan anak buah Nazaruddin). Termasuk (yang tidak ditindaklanjuti soal) aliran Rp30 miliar itu," kata Neta.  


Makanya, lanjut Ketua Presidium Indonesia Police Watch ini, pihaknya menggantungkan harapan kepada pimpinan KPK yang baru.

"Tapi ada kekuatiran juga. Jangan-jangan barang bukti hilang, kalau terlalu lama. Disini lah perlunya Komite Etik tadi, tidak hanya sekadar memeriksa orang-orang, tapi juga mendesak KPK segera memproses kasus Nazaruddin dengan profesional. Terutama untuk mengungkapkan aliran dana ke Demokrat maupun ke Anas. Bila perlu Nazar, Yualianis, dan Anas Urbaningrum dikonfrontir Komite Etik dan KPK," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya