Berita

Anas Urbaningrum/ist

Laporan Anas Mangkrak, Diduga Polri Percaya Omongan Nazar

SELASA, 13 SEPTEMBER 2011 | 12:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sampai saat ini belum jelas bagaimana tindak lanjut dari aduan Anas Urbaningrum ke Polri atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan M. Nazaruddin. Nazar menuding Ketua Umum DPP Partai Demokrat menerima aliran dana wisma atlet untuk pemenangan di Kongres Demokrat di Bandung.

Deklarator Komite Pengawas KPK untuk Kasus Nazaruddin (KPK2N), Neta S Pane menduga bahwa Polri terkesan tidak serius dalam menindaklanjuti aduan Anas itu karena korps bhayangkara itu menilai bahwa omongan Nazar ada benarnya.

Apalagi, kemarin, bekas anak buah mantan Bendahara Umum Demokrat itu, Yulianis, di depan Komite Etik KPK, mengatakan uang yang mengalir ke Kongres Demokrat sebesar Rp 30 miliar. Duit itu dikirimkan oleh PT Permai Group bersama uang US$ 5 juta.


"Jadi kelihatan Polri belum berani memproses ini karena boleh jadi apa yang dikatakan (Nazar dan Yulianis) ini ada benarnya," kata Neta kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.

Karena kasus Nazaruddin sekarang sedang ditangani KPK, kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch ini, Polri juga sebaiknya menahan diri untuk tidak menindaklanjuti aduan Anas tersebut. Dia menyarankan, Polri menunggu sampai KPK selesai memprosesnya. "Tapi kalau memang mau membantu KPK, Polri harus mengkonfrontir ketiganya, Anas, Nazar dan Yulianis. Supaya ada kejelasan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya