Berita

Vence Rumangkang

Wawancara

WAWANCARA

Vence Rumangkang: Lupakanlah Bermimpi SBY Bisa Dijatuhkan

SELASA, 13 SEPTEMBER 2011 | 03:40 WIB

RMOL.Sejumlah kalangan berupaya mengobok-obok pemerintah agar Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono bisa dijatuhkan di tengah jalan.

“Itu nggak mungkin terjadi. Lupakanlah bermimpi bahwa SBY-Boediono bisa dijatuhkan di tengah jalan. Pemerintah ini  tetap langgeng hingga 2014,” ujar Ke­tua Umum Forum Komunikasi Pen­diri dan Deklarator Partai Demo­krat, Vence Rumangkang, ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurut anggota Dewan Pem­bina Partai Demokrat itu, keja­dian kecil saja dibesar-besarkan demi mencari kelemahan peme­rintah.

“Ini politik tidak sehat. Henti­kanlah berupaya menjatuhkan pemerintah di tengah jalan. Mari­lah kita berdemokrasi secara santun. Pergantian pemerintah lima tahun sekali lewat pemilu,’’ papar pendiri utama Partai Demo­krat itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Siapa saja kelompok yang me­nginginkan pemerintah ja­tuh di tengah jalan?

Saya kira rakyat sudah tahulah. Nggak usah ditunjuklah batang hidungnya. Yang jelas, Pak SBY itu sudah berbuat banyak untuk mem­perbaiki negara ini. Tapi orang-orang yang tidak suka kon­disi negara ini kondusif, berupaya terus menggoyang pemerintah.

Dalam hidup ini, apapun yang kita lakukan, tetap saja ada yang tidak suka. Mereka itu selalu me­lihat dari sisi negatif. Padahal, pemerintah SBY ini sudah sangat bagus, ekonomi membaik, kea­ma­nan semakin baik. Memang masih ada kekurangan. Tapi itu terus diperbaiki.

Apa Partai Demokrat tidak kha­watir dengan kondisi ini menghadapi Pemilu 2014?

Tentu tidak dong. Sebab, rakyat itu bisa menilai secara obyektif. Apakah perkataan orang itu yang benar atau hasil nyata yang sudah dila­kukan pemerintah.

Rakyat juga tahu bahwa Pak SBY pemimpin terbaik saat ini. Buktinya Pilpres lalu didukung mayoritas rakyat. Tapi  tetap saja ada yang mengkritik. Sebab, ba­nyak yang ingin kekuasaan.

Anda optimistis pemerintah SBY tetap langgeng hingga 2014?    

Ya, sangat optimistis. Rakyat itu masih mencintai beliau. Kami juga kader-kader Partai Demo­krat tetap akan mengawal sampai 2014.

Kami ingin Pak SBY dicatat dengan tinta emas dalam perjala­nan bangsa ini. Sebagai Bapak Bangsa yang dicintai rakyatnya. Saat berhenti nanti dari Presiden akan dikenang rakyat sebagai pemimpin terbaik. Makanya para menteri diharapkan bisa memak­simalkan kinerjanya.

Adanya persoalan hukum ka­der Demokrat, apa ini tidak mem­pengaruhi citra SBY?

Rakyat bisa menilai. Apalagi, Pak SBY sudah bilang dalam Ra­kornas lalu bahwa akan dilakukan bersih-bersih terhadap kader yang bermasalah secara hukum. Orang-orang yang merusak partai ini akan dikeluarkan. Kemudian mereka diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Makanya kami mohon maaf kepada rakyat terhadap adanya kader Partai Demokrat tersangkut kasus hukum.

Anda yakin Partai Demokrat akan me­nang Pileg 2014?

Ya, yakinlah. Tapi dengan catatan, jati diri Partai Demokrat harus dikembalikan seperti yang dicita-citakan para pendiri dan deklarator. Kalau itu dilakukan, partai ini tetap menang dalam pemilu nanti.

Walaupun SBY tidak dica­lon­­kan lagi dalam Pilpres?

O ya. Banyak kader-kader terbaik di Partai Demokrat yang layak menjadi pemimpin ke depan. Kami akan siapkan SBY-SBY baru menjadi Presiden periode 2014-2019.

Siapa saja itu?

Ntar juga akan ketahuan kalau tiba saatnya.

Sejumlah kader Partai De­mo­krat menilai, Ny Ani Yudho­yono cocok menjadi Capres 2014, komentar Anda?

Begini ya. Pak SBY kan sudah bilang tidak ada dinasti kekua­saan dalam keluarga Cikeas. Saya mengenal betul Pak SBY, kalau beliau bilang begitu, itulah yang terjadi.

Lalu siapa?

Yang jelas orangnya harus putra terbaik bangsa. Kader-ka­der Partai Demokrat banyak yang berkualitas dan kapabel memim­pin negeri ini. Jadi, nggak terlalu sulit bagi kami untuk mencari yang terbaik. [rm]



Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya