Berita

Pabrik BB Dibangun di Malaysia, Pemerintah Harus Introspeksi

SENIN, 12 SEPTEMBER 2011 | 14:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Keputusan Research in Motion (RIM), produser telepon seluler Blackberry, membangun pabrik di Malaysia bukan di Indonesia membuktikan investasi di Indonesia bagi RIM tidak efisien dan masih terkendala ekonomi biaya tinggi.

Pasalnya, pengguna BB di Indonesia lebih banyak dibanding di Malaysia. Di negeri ini, pengguna BB mencapai 5 juta, sedangkan di negeri jiran tersebut hanya mencapai 500 ribu pengguna.

"Pemerintah Indonesia harus melakukan koreksi dengan daya saing investasi dan iklim investasi kita," kata pengamat ekonomi Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.


Sejalan dengan itu, lanjut dosen Fakulas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini, pembangunan pabrik BB di Malaysia akan merugikan Indonesia. Karena justru Malaysia yang akan menikmati hasil dari tingginya penggunaan BB di Indonesia.

"Dengan kondisi iklim investasi yang berbiaya tinggi di Indonesia, Malaysia dan Singapura akan terus memanfaatkan potensi-potensi investasi dari luar negeri dengan target Indonesia bergeser ke Malaysia dan Singapura mengingat kedekatan geografis," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya