Berita

Igor Levitin/ist

Dunia

35 Jenazah Tragedi Pesawat Jet Rusia Sudah Diidentifikasi

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2011 | 17:44 WIB | LAPORAN: SVET ZAKHAROV

RMOL. 35 korban kecelakaan pesawat jatuh di di sebuah sungai di pinggiran kota Yaroslavl, Rusia, Rabu lalu (7/9), telah diidentifikasikan.

Demikian pernyataan Menteri Perhubungan Rusia, Igor Levitin, Jumat (9/9).

Begitu pula, kata Igor, dua kotak hitam pesawat YAK-42 sudah ditemukan dan saat ini sedang diteliti rekamannya.


Sebuah pesawat jet Rusia, Yak-42 membawa satu tim hoki es 'Lokomotiv jatuh sesaat setelah lepas landas dari bandara di kota Yaroslavl, Rusia pada Rabu lalu (7/9). Hanya dua orang selamat dari kecelakaan tersebut yakni pemain depan pemain depan Alexander Galimov dan teknisi navigasi Alexander Sizov. Keduanya dalam kondisi kritis.

Di antara mereka yang tewas adalah pelatih tim asal Kanada Brad McCrimon yang juga mantan asisten dalam tim Red Wings NHL dari Detroit. Kemudian mantan juara Olimpiade Swedia Stefan Liv dan juga Pavol Demitra bekas pemain NHL dari Slowakia. Tiga bintang Ceko yaitu Jan Marfek, Josef Vasicek dan Karfel Rachunek, juga dikonfirmasi Mlada Fronta selaku jurubicara kedutaan Ceko di Moskow, termasuk di antara yang meninggal. Mlada menambahkan, pihak Rusia telah mengambil alih tanggung jawab untuk pengiriman jenazah Marfek, Vasicek dan Karfel ke Republik Ceko.

Pada bagian lain, Kementerian Perhubungan Udara Rusia sedang mempertimbangkan masalah penghentian atau pembatasan penerbangan YAK-42 itu, demikian Wakil Menteri Valery Okulov.

Belakangan muncul berbagai spekulasi yang menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan lantan mutu bahan bakar pesawat yang kurang baik. Ada pula yang menyebut akibat kemacetan mesin karena kemasukan burung. Pendapat lain mengatakan, karena kecepatan terbang pesawat 200 km padahal yang diperlukan 240 km. Ada juga menuding petugas penerbangan di bandara yang bersalah. Bahkan ada pula dugaan bahwa kecelakaan terjadi lantaran aksi teroris.

Pesawat YAK-42 merupakan armada udara Rusia pertama yang mendapat sertifikat internasional. Cadangan penerbangannya tercatat 12.000, pada saat kecelakaan tercatat baru 6.000 lebih. Kapten pesawat itu sendiri merupakan penerbang berpengalaman 6 ribu 900 jam penerbangan di YAK-42. Sertifikat pesawat YAK-42  berlaku sampai tahun 2010, tapi diperpanjang sampai dengan tahun 2012. [wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya