Berita

xanana gusmao/ist

Perdana Menteri Xanana Gusmao Juga Diminta Mundur!

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2011 | 12:39 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Korupsi juga menjadi penyakit yang seakan tak terkendalikan di Timor Leste. Perdana Menteri Xanana Gusmao beberapa waktu lalu mengakui bahwa banyak uang negara yang dihamburkan menteri di kabinetnya.

Menurut informasi, setidaknya enam menteri kabinet Xanana sedang diperiksa Komisi Anti Korupsi (KAK) Timor Leste. Mereka diduga menggunakan uang negara untuk keperluan pribadi atau kelompok. Bahkan paspor Menteri Perindustrian Gil Alves telah dicabut agar tak bisa pergi ke luar negeri.

Dalam sambutannya di depan Kongres III Fretilin di Dili, beberapa saat lalu (Kamis, 8/9), Sekjen Fretilin, Mari Alkatiri, mengatakan pengakuan Xanana itu adalah hal yang baik.


Namun tidak cukup sampai disitu. Sebagai orang yang dikenal berani, Xanana harus pula berani mengambil tanggung jawab atas kelakuan anak buahnya itu dengan mengundurkan diri dari posisi perdana menteri.

"Siapa yg harus disalahkan? Di masa saya, sayalah yang selalu disalahkan. Sementara perdana menteri sekarang tidak mau disalahkan. Saya bilang sekarang, Andalah (Xanana) yang salah," ujar Alkatiri disambut tepuk tangan pendukungnya.

Alkatiri adalah perdana menteri negara itu periode 2002-2006. Pada tahun 2006 ia mengundurkan diri menyusul konflik antara dirinya dengan Xanana dan Ramos Horta. Saat itu, Xanana adalah presiden. Sementara Horta adalah menteri luar negeri. Setelah Alkatiri mundur, Horta menjadi presiden sementara sampai pemilu 2007.

Walau Fretilin menang dalam pemilu namun Alkatiri gagal menjadi perdana menteri. Xanana membentuk koalisi dan dialah yang menjadi perdana menteri. Adapun Horta telah lebih dahulu jadi presiden.

Alkatiri juga menyindir Horta yang hadir di arena kongres dengan mengatakan Fretilin mencari figur capres yang benar-benar bisa jadi panutan. Selesai Alkatiri berpidato, Horta meninggalkan ruangan. Dia batal menyampaikan sambutan. [guh]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya