Berita

INDONESIA-IRAN

Barangkali Karena Timnas Indonesia Tak Mau Disuruh Menteri Andi Mencuri…

SABTU, 03 SEPTEMBER 2011 | 18:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ada sejumlah analisa yang mencoba menjelaskan mengapa timnas Indonesia kalah dalam pertandingan melawan timnas Iran di Tehran, Jumat malam (2/9).

Ada yang mengaitkannya dengan dukungan suporter yang kecil kala pertandingan berlangsung. Ada juga yang memperkirakan kekalahan itu berkaitan dengan perbedaan iklim di Tehran. Bahkan sempat dikhawatirkan pertandingan akan berlansung dengan suhu di bawah 10 derajat Celsius.

Sebagai penikmat sepakbola, tokoh antikorupsi Adhie Massardi punya penjelasan dari sudut pandang yang berbeda. Menurut dia, kekalahan telak tanpa balas itu terjadi karena Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, salah memberikan perintah.

"Ini kesalahan perintah dari Menteri Andi Mallarangeng yang meminta timnas kita mencuri poin di Tehran," ujar Adhie Massardi beberapa saat lalu.

"Timnas tidak berani mencuri poin di Teheran karena hukum di sana kalau ketahuan mencuri dipotong tangannya. Mungkin Andi Mallarangeng mengira Iran seperti indonesia. Sudah ketahuan korupsi miliaran rupiah masih bisa ketawa-ketawa. Bahkan ada yang tetap jadi menteri," sambung Adhie.

Dalam halal bi halal yang digelar di kediaman di kediamannya, hari Rabu lalu (31/9), Menteri Andi optimistik Firman Utina Cs dapat bermain dengan baik di Iran. Ketika itulah ia menyampaikan harapan agar timnas Indonesia bisa mencuri angka.

"Dengan pengurus baru dengan semangat baru, maka kita harapkan kebangkitan sepakbola nasional, lolos piala dunia. Sekarang lawan Iran tanggal 2, tanggal 6 lawan Bahrain. Kita harapkan bisa mencuri angka di Tehran, dan kemudian ketika melawan Bahrain, menang dong," demikian Andi. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya