Berita

NU: 1 Syawal Jatuh pada Hari Rabu

SENIN, 29 AGUSTUS 2011 | 20:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tim Ru'yatul Hilal Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di beberapa lokasi yang ditentukan tidak berhasil memantau kemunculan hilal atau bulan pada petang ini (Senin, 29/8). Dengan demikian PBNU mengabarkan (ikhbar) bahwa tanggal 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011.

"Berpijak dari hasil pantauan Tim Ru'yah Lajnah Falakiyah PBNU tersebut maka kami kabarkan kepada warga NU dan muslim pada umumnya agar menyempurnakan puasa Ramadhan selama 30 hari (istikmal) dan salat Idul Fitri pada hari Rabu lusa," kata Sulthan Fatoni, Ketua Kominfo dan Publikasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, petang ini.

Sulthan menambahkan, istikmal dipilih karena ketidakmampuan melihat bulan pada petang dan didasarkan pada pendapat mazahibul arba'ah atau keempat mazhab. Informasi waktu shalat Idul Fitri ini penting bagi PBNU sebagai bagian dari tugas ulama membimbing umat Islam agar berpuasa Ramadhan dengan jumlah yang benar dan salat Idul Fitri benar-benar pada awal bulan Syawal.


"Substansinya NU mengabarkan dengan mengacu pada ru'yatul hilal bil fi'li, bukan hisab," Kata Sulthan.

Ketika ditanya pendapat NU tentang sekelompok umat Islam yang dalam menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal yang tidak berdasarkan ru'yatul hilal bil fi'li, Sulthan menegaskan bahwa Muktamar NU ke-20 di Surabaya pada 1954 telah menjelaskan bahwa Rasulullah dan Khulafaurrasyidun tidak mengenal metode selain ru'yatul hilal bil fi'li.

“Para ulama saat Muktamar NU 1954 telah memutuskan untuk mengacu kepada hasil ru'yatul hilal bil fi'li. Karena itu tugas NU mengabarkan kepada umat Islam untuk berpuasa Ramadhan dan mengakhirinya dengan salat Idul fitri mengacu kepada ru'yatul hilal bil fi'li," tambah Sulthan Fatoni. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya