Berita

Suryadharma Ali/ist

DPR Desak Pemerintah Mediasi Ormas Islam untuk Satukan Lebaran

SENIN, 29 AGUSTUS 2011 | 15:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ormas Islam kerap tidak sama dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri  karena terdapat perbedaan dalam menentukan awal bulan, dalam hal ini 1 Syawal. Kemungkinan besar, tahun ini umat Islam Indonesia juga akan terbelah ada yang melaksanakan besok, Selasa, dan ada yang memulai merayakannya Rabu.

Karena itu, mulai muncul usulan agar dicari jalan tengah dalam menentukan 1 Syawal. Pemerintah pun diminta tanggap dan memediasi ormas Islam untuk menghindari perbedaan hari Lebaran.

"Saya kira ini jauh lebih kalau bisa dilakukan. Disinilah mestinya pemerintah punya peran dalam hal ini kementerian agama harus menjadi mediator antara ormas-ormas yang ada. Kalau bisa bareng jauh lebih baik karena itu akan mencerminkan persamaan dan persatuan," kata anggota Komisi Agama DPR Jazuli Juwaini kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.


Sebelumnya, Sekjen Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan, mengatakan perlu ada upaya serius untuk menghindari perbedaan penetapan 1 Syawal. Upaya itu salah satunya dengan mengintegralkan pendekatan hisab (penghitungan) dan rukyat (pengamatan visibilitas hilal).

Namun, bagi politisi PKS ini, jika pun memang ada perbedaan hal itu sesuai yang wajar terjadi. Tapi dia mengingatkan, jangan sampai perbedaan itu menimbulkan perpecahan di antara sesama umat Islam.

"Memang kalau bisa bareng, itu jauh lebih baik. Tetapi ketika terjadi perbedaan, yang paling penting itu, tentu saling menghormati antara yang satu dengan yang lain. Jangan perbedaan itu menyebabkan perpecahan. Itu yang paling penting. Kalau perbedaan pendapatnya tidak ada masalah," demikian Jazuli. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya