Berita

Kalau Alasan Pragmatis, Sama Saja UI Jual Murah Gelar Penghormatan

MINGGU, 28 AGUSTUS 2011 | 10:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemberian gelar doctor honoris causa di bidang kemanusiaan oleh Universitas Indonesia kepada Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz menimbulkan ragam spekulasi. Salah satunya, pemberian gelar itu berdasarkan alasan prgamatis dari Rektor Universitas Indonesia Gumilar R Soemantri untuk membangun kampusnya menuju wolrd class university.
Rakyat Merdeka Online kemarin.

Pada bagian lain, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan ini memaklumi beberapa gurubesar UI mempertanyakan pemberian gelar kehormatan tersebut. Karena, pemberian gelar kehormatan yang juga di bidang IPTEK dan peradaban Islam itu tidak pernah dibicarakan sebelumnya.

""Guru besar itu layak mempertanyakan karena ini tidak dibahas di Senat," ungkapnya.


Nah, karena ini sudah terlanjur, tambah Irgan, UI harus mengoreksi diri. Diharapkan, ke depan tidak lagi sembarangan dalam memberikan gelar penghormatan kepada pihak manapun.

Kepada Rakyat Merdeka Online sebelumnya, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), R. Siti Zuhro, mensinyalir pemberian itu hanya karena alasan pragmatisme. Disebutkan, kian hari, UI kian pragmatis. Hal ini tidak mengherankan karena UI juga sangat butuh biaya besar untuk menghidupi kampusnya.

"Malah UI jadi center of pragmatism," katanya.

Sedangkan penolakan dari gurubesar disampaikan oleh Guru Besar Sosiologi UI Thamrin Amal Tamagola. Thamrin yang mengutuk keras pemberikan gelar tersebu menegaskan, tanpa sepengetahuan civitas akademika UI.

"Kami tidak tahu, kami baru tahu kemarin, itu pun dari media," kata Thamrin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Jumat, 26/8). [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya