Berita

Irgan Chairul Mahfidz/ist

DPR akan Panggil Rektor UI

MINGGU, 28 AGUSTUS 2011 | 09:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rektor Universitas Islam Indonesia Gumilar Rosliwa Somantri terus mendapat kecaman setelah memberikan Doktor Honoris Causa di bidang Kemanusiaan, Iptek, dan peradaban Islam kepada Raja Saudi Arabia, Abdullah. Pasalnya, khusus untuk bidang kemanusian, Raja Abdullah dinilai tidak tepat mendapatkan doktor kehormatan tersebut karena banyak tenaga kerja Indonesia yang mendapatkan perlakuan di luar batas kemanusiaan di negaranya.

Karena itu lah, DPR akan memanggil Sang Rektor untuk mengatahui apa alasan dan pertimbangan di balik pemberian gelar doktor kehormatan tersebut.

"Komisi IX akan mengagendakan pertemuan dengan Rektor UI, tentu saja seizin Komisi X. Karena ini adalah bidang pendidikan. Apakah (nanti) Komisi X atau Komisi IX (yang akan memanggil), kita akan bicarakan teknisnya. Yang jelas, DPR ingin mempertanyakan, konfirmasi kepada Rektor UI, apa pertimbangan sehingga memberi gelar penghormatan kepada Raja Saudi," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Irgan Choiril Mahfidz kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.


Bagi Ketua Partai Persatuan Pembangunan ini, kalau alasan UI memberikan penghargaan kepada Raja Saudi karena konsen dalam bidang kemanusiaan, justru hal itu bertentangan dengan apa yang alami oleh para TKI di negaranya. Jamak diketahui, banyaknya TKI yang tidak mendapatkan perlindungan di Saudi Arabia.

"Sekarang ini 48 orang yang terancam hukuman mati. Seharusnya kalau memang ini menjadi konsen dia, bisa saja Raja Saudi punya kepedulian, membebaskan semua. Barulah berkorelasi dengan pemberian penghormatan itu. Ini kan belum ada. Bahkan kita dapatkan Ruyati dipancunng. Darsem untung saja kita bayar diatnya Rp4,5 miliar. Dan banyak TKI lainnya yang mengalami kekerasan dan perkosaan. Harusnya Rektor UI punya empati terhadap kondisi TKI kita," beber Irgan.

Dan yang juga membuat Irgan bertanya-tanya adalah soal tempat pemberian gelar penghormatan tersebut. Menurut Irgan, bila seseorang akan mendapatkan gelar dari sebuah universitas, maka gelar itu diberikan di kampus yang bersangkutan. Tapi ini tidak. Rektor UI malah menyerahkannya secara langsung gelar tersebut kepada Raja Abdullah di Istana Al Safa, Arab Saudi, Minggu lalu (21/8). [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya