Berita

Michael Tene

Wawancara

WAWANCARA

Michael Tene: 19 WNI di Libya Terus Dipantau Kedutaan

JUMAT, 26 AGUSTUS 2011 | 07:23 WIB

RMOL. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus memantau 19 WNI yang berada di Libya. Sekarang ini kondisinya tetap aman.
 
“Berdasarkan info yang kami terima, mereka saat ini da­lam kondisi aman,” ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemenlu) Michael Tene, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (24/8).

Menurut Tene, yang memantau kondisi 19 WNI itu Kedubes Indo­nesia yang ada di Tunisia. Sebab, Kedubes Indonesia di Libya sudah dikosongkan sejak Maret lalu.


Tene menegaskan, satu WNI yang berada di KBRI Tripoli dan lainnya di rumah majikannya masing-masing.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa komunikasi itu dilaku­kan dengan 19 WNI di negara itu?
Kondisi di Libya saat ini me­mang masih belum menentu, hal ini menyebabkan alat komunikasi kadang tersambung kadang tidak.  Tapi akan terus kami coba berko­munikasi setiap hari.

Kami mengakui bahwa ko­mu­nikasi ini tidak mudah dila­kukan, tapi kami terus memasti­kan keamanan WNI di Libya.

Apa yang dilakukan peme­rin­tah Indonesia?
Usaha yang kami lakukan  ber­kelanjutan. Sejak Libya bergolak awal tahun ini, kita sudah mengevakuasi sekitar 800 WNI, Maret 2011.

Gelombang terakhir, staf Ke­dubes kita di Tripoli juga dieva­kua­si, dan kedutaan kita diko­songkan

Sejak Maret hingga Agustus ini, lebih 900 WNI dievakuasi dari Tripoli. Umumnya mereka dievakuasi di perbatasan antara Libya dan Tunisia. Namun ada sejumlah WNI yang dievakuasi terpisah.

Siapa yang menjaga kantor Ke­dubes di Tripoli?
Saat kita mengevakuasi staf Kedutaan Besar kita di Tripoli,  Kedubes hanya dijaga staf lokal.

Ketika kondisinya sudah me­mungkinkan, oleh staf lokal itu akan diupayakan mengumpulkan WNI ke Kedubes untuk dieva­kuasi ke Tunisia.

Evakuasi ini tergantung dari situasi dan keadaan di Libya yang saat ini masih belum menentu. Ketika situasi sudah relatif aman,  diupayakan evakuasi ke luar Libya.

Apa kendala dalam evakuasi itu?
Jarak dari Tripoli ke perbatasan Tunisia sekitar 200 kilometer. Harus dilakukan melalui darat. Ada dua kendala, pertama, per­jalanan yang jauh itu tentu harus diperhitungkan situasi keamanan sepanjang perjalanan itu.

Kedua, masalah logistik seperti makanan dan bahan bakar. Ka­rena dengan kondisi konflik se­perti ini, untuk mendapatkan ba­han makanan akan sulit. Apa­lagi mendapatkan bensin.

Bagaimana kalau ada WNI yang tidak mau dievakuasi?
Pada intinya Kedubes kita di Tunisia akan membantu proses eva­kuasi. Tapi bila ada dari me­reka yang tidak ingin dievakuasi, itu adalah pilihan mereka dan tidak bisa dipaksa. Namun kami akan berusaha maksimal untuk mengevakuasi.   [rm]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya