Berita

neta s pane/ist

Diingatkan, Polisi hanya Boleh Tembak untuk Melumpuhkan bukan Mematikan

KAMIS, 25 AGUSTUS 2011 | 12:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penembakan warga oleh aparat Kepolisian di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah sungguh memperihatinkan. Lebih memprihatinkan lagi, kasus penembakan tersebut menimbulkan kontroversi.

Karena Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, penembakan itu sudah sesuai prosedur tetap karena Kapolres disandera masyarakat yang bersenjata api. Tapi masyarakat justru menilai sebaliknya Kapolres bukan disandera tapi justru menumpang perahu warga.

"Untuk itu Komnas HAM harus membentuk tim pencari fakta dalam kasus ini. Komnas HAM harus mengkonfrontir Kapolres dengan warga pemilik perahu," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane siang ini.


Jika benar Kapolres memang menumpang di perahu tersebut, berarti ada kebohongan yang dilakukan pejabat Polri di Sulteng ke Kapolri. Kebohongan itu hanya untuk membenarkan kesewenang-wenangan mereka. Makanya, Neta mendesak Kapolri harus segera mencopot Kapoldanya dan membawa pelaku penembakan ke pengadilan HAM.

"Dalam kondisi apapun Polri tidak boleh menembak mati warga yang mmperjuangkan haknya. Sebab tugas utama polisi adalah melumpuhkan, bukan mengeksekusi mati. Polisi hanya boleh menembak untuk melumpuhkan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya