Berita

ahmad yani/ist

PPP Bentuk Intel Selidiki Capim KPK

KAMIS, 25 AGUSTUS 2011 | 10:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Persatuan Pembangunan tidak akan mau didikte Sekretariat Gabungan Partai Koalisi Pendukung Pemerintah maupun Panitia Seleksi Pimpinan KPK dalam menentukan pilihan siapa empat nama dari delapan calon pimpinan KPK.

Anggota Komisi III dari PPP Ahmad Yani menjelaskan, PPP mandiri dalam menentukan pilihan. PPP mendasarkan pilihannya sesuai dengan platform partai yaitu, amar maruf nahi munkar.

"Semuanya mau kita verifikasi. Karena dari delapan yang masuk itu, kita mendapat masukan tentang semua calon. Tidak ada satupun yang tanpa masukan. Maknya kita mau klarifikasi satu demi satu," tambah Yani kepada Rakyat Merdeka Online pagi tadi.


Untuk mengetahui "dalamannya" semua calon, PPP membetuk tim investigasi.

"Ini kasih bocoran saja. Tanpa mereka (calon) ketahui (tim) mengintel mereka keman-mana  saja (mereka). Kita sudah membentuk dan melacak serta sudah mengikuti mereka, tapi mereka tidak tahu," kata Yani.

Bagaimana hasilnya untuk sementara?
fit and proper test belum digelar. Walaupun kita punya unggulan secara subjektif. Tapi kita akan gabungkan unsur subjektifitas itu dengan hasil fit and proper test dan hasil investigasi kita. Yang jelas, PPP tidak mau mendiskreditkan calon yang 5,6,7, dan 8 itu," demikian Yani.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya