RMOL. Panitia Seleksi Pimpinan KPK sudah merilis nama-nama yang layak untuk jadi pimpinan KPK periode mendatang. Keempat itu berdasarkan urutan nilai adalah Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, Handoyo. Tapi, di mata pegiat anti korupsi, empat nama itu dan ditambah Busyro Muqoddas menjadi pimpinan KPK belum menjadi format ideal.
"Sebagai kebaikan antarlembaga harus ada ada dari lembaga penegak hukum. Saya melihatnya Pak Zulkarnen itu dalam pengertian dari Kejaksan itu kan cukup mewakili lembaga penegak hukum. Polisi nggak usah ada ngak apa-apa. Nanti kalau semua bukan dari penegak hukum itu akan niru MAKI, jadi KPK malah jadi LSM," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Artinya dengan memasukkan nama Zulkarnaen, format ideal pimpinan KPK mendatang menurutnya adalah Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, dan Zulkarnaen serta Busyro yang memang masa jabatannya belum habis. Sedangkan Handoyo, yang masuk dalam empat besar versi Pansel tidak usah ikut dipilih karena toh tetap akan di KPK sebagai deputi.
"Bambang mewakili kepentingan masyarakat anti korupsi. Pak Abdullah Hehamahua mewakili kesinambungan KPK meski sudah ada Pak Busyro. Tapi tetapi perlu sosok sepuh yang jadi panutan. Pak Yunus Hussein yang memang harus mendukung KPK tentang analisis keuangan. Kemudian Zulkarnaen penegak hukum. Ini the dream team," ungkapnya.
[zul]