Berita

istimewa/ist

Spanduk Lain Ditertibkan, Kok Spanduk Foke Masih Bercokol?

SELASA, 23 AGUSTUS 2011 | 14:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perang spanduk antara para bakal calon gubernur DKI Jakarta yang bertebaran di sudut-sudut kita disesalkan. Pasalnya cara berkampanye dengan memasang banyak atribut seperti spanduk maupun baliho sudah tidak zamannya lagi. Pemilukada adalah ajang ‘perang’ ide, bukan spanduk. Figur pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Jakarta adalah orang yang memiliki ide untuk diwujudkan demi kemajuan Jakarta.

Demikian dikatakan Chairman of Indonesian Bureaucracy and Service Watch (Pemantau Birokrasi dan Pelayanan Publik) Indonesia, Nova Andika, dalam keterangan pers yang diterima siang ini.

Sosok yang tampak termuat dalam spanduk dipenuhi figur selebritas hingga politisi seperti Tantowi Yahya, politisi Partai Golkar Aziz Syamsuddin, dan Prya Ramadani, sampai Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli. Dari pengusaha dan Ketua PWNU DKI Jakarta Djan Farid sampai sosok incumbent Gubernur Fauzi Bowo.


Tapi yang menjadi keheranannya adalah ihwal penertiban spanduk-spanduk yang menghiasi Jakarta. Dia menjelaskan, awal Agustus 2011, Satpol PP menertibkan sedikitnya 9.647 spanduk yang dianggap liar dan kebanyakan spanduk berisi pesan dari para kandidat gubernur provinsi DKI Jakarta jelang Pilkada tahun 2012. Biasanya, spanduk-spanduk itu ditemukan pada sejumlah persimpangan dan perempatan jalan di lima wilayah Jakarta.

"Meski telah dilakukan penertiban, tampak bahwa spanduk yang ditertibkan adalah semua spanduk-spanduk yang notabene merupakan calon pesaing Foke," katanya.

Spanduk, baliho dan banner Foke yang kini sangat mendominasi jalan dan gang Ibukota Jakarta sangat kuat berindikasi pelanggaran atas Perda DKI 8/2007 tentang Ketertiban Umum, Perda DKI 7/2004 tentang Penyelengaraan Reklame dan Perda DKI 2/2004 tentang Pajak Reklame. Makanya, Pemprov DKI Jakarta tidak “fair” dalam menindak pelaku pelanggaran terkait spanduk dan reklame serta jelas sarat kepentingan gubernur incumbent, walaupun spanduk, baliho maupun banner Foke isinya berkaitan dengan jabatannya selaku Gubernur DKI Jakarta.

"Inilah yang sangat kami sayangkan," kesalnya.

Karena itu, dia mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tegas menegakkan aturan, terutama aturan yang terkait spanduk dan reklame dan tidak pandang bulu termasuk terhadap spanduk dan reklame yang memuat Gubernur incumbent DKI Jakarta  Fauzi Bowo.

"Pelanggaran yang kuat diindikasikan dilakukan oleh Fauzi Bowo terkait spanduk-spanduk Bapak Fauzi Bowo yang mengganggu ketertiban umum sepatutnya dapat diproses sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Di samping itu, dia menambahkan, dengan mendominasinya spanduk Foke yang 'menjual' dirinya melalui spanduk maupun baliho, secara tidak langsung, Foke menunjukkan bahwa dirinya telah merasa gagal memimpin Jakarta, dan tidak mampu meraih simpati publik Jakarta karena tidak dapat mensejahterkan masyarakatnya sehingga harus berkampanye lagi melalui atribut-atribut reklame. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya