Berita

dea tungga esti/ist

Nazaruddin akan Blak-blakan kalau Dipindahkan dari Rutan Mako Brimob

SELASA, 23 AGUSTUS 2011 | 07:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin saat ini betul-betul diisolasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok. Berbeda dengan tersangka lain, bahkan teroris sekalipun, yang masih terdengar suara tahanan lain di ruang berbeda, Nazaruddin sama sekali ditahan di ruangan tersendiri yang berjarak dengan tahanan lain.

Inilah yang dikuatirkan pengacara Nazaruddin, Dea Tungga Esti, seperti yang diungkapkannya dalam talkshow di TVOne pagi ini. Makanya, pengacara berharap KPK memenuhi permintaan Nazaruddin agar dipindahkan ke rumah tahanan lain.

Namun, saat dipertegas, bukankah Presiden dan KPK sudah menjamin keselamatan Nazaruddin, jadi kenapa masih dikuatirkan, pengacara muda ini, tak mau menjawab. "Tapi kita nggak tahulah Mbak, beliau yang mengalami seperti apa. Apa yang beliau minta tidak berlebihan kok, dipindah ke rutan lain, bukan ke rumahnya. Kan nggak," kata Dea.


Pengacara sendiri sejak awal sudah menasihati Nazaruddin agar membeberkan bukti-bukti terhadap apa yang selama ini dikatakannya. Karena itu memang sudah menjadi tugas pengacara. "Selalu kita nasehati, kalau hanya omongan tidak didasari bukti, tidak masuk materi," kata Dea mengulangi nasihatnya kepada Nazaruddin.

Tapi, sayang Dea bungkam saat ditanya apakah pengacara sudah mendapatkan bukti dari Nazaruddin terkait keterlibatan pejabat dan pimpinan KPK dalam kasus yang saat ini membelitnya.

"Bukan tempat kita untuk membuka apa itu. Kalau secara hukum, itu ranah pengadilan. Yang pasti di Komite Etik kemarin, beliau bilang saya akan cerita, beliau percaya dikredibilitas orang-orang yang ada di Komite Etik. Syaratya cuman satu, mohon dipindahkan dari Mako Brimob," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya